Kota Bogor KLB Corona, Hotel-hotel Mulai Tutup

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap wabah penyebaran virus corona atau Covid-19 sejak Jumat, (20/3).

Keputusan itu diambil menyusul adanya tiga temuan kasus positif virus corona yang salah satu di antaranya adalah Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Usai ditetapkan status KLB, Pemkot Bogor telah membatasi berbagai kegiatan masyarakat di luar ruangan. Hingga kini, pemerintah kian gencar menyosialisasikan kepada para pelaku usaha tempat hiburan, rekreasi, wisata, dan kuliner agar menyesuaikan kondisi saat ini.

Sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), masyarakat diimbau untuk melakukan kegiatan bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

“Tujuannya, agar penyebaran virus tidak semakin meluas. Langkah kebijakan yang kami ambil ini demi mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona di Kota Bogor. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari semua pihak agar bencana ini bisa tertangani dengan cepat,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Sabtu (21/3).

Baca Juga  Pemkot Bogor Larang Salat Idul Adha di Masjid, Musolah hingga Lapangan

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada beberapa hotel yang telah resmi meniadakan aktivitas kegiatan dan meliburkan seluruh karyawannya.

Dengan meliburkan aktivitas perhotelan, itu merupakan contoh konkrit atas langkah kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan masa di kala kondisi darurat.

Selain itu, sudah menjadi tanggung jawab sosial bagi para pelaku bisnis untuk menaati instruksi pemerintah saat situasi tertentu.

“Sudah ada beberapa hotel yang tutup, antara lain Hotel Aston Bogor, Hotel 101 dan Hotel Mirah. Saya harap kegiatan bekerja dari rumah ini bisa diterapkan oleh semua pihak, termasuk pengusaha yang masih mempekerjakan karyawannya di kantor. Hal ini dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan, akan tetapi demi kebaikan bersama. Kita ambil hikmahnya, karena banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan masyarakat ketika di rumah. Kami imbau seluruh pengusaha agar tidak melihat kondisi ini seperti main-main yang bisa menyebabkan terjadinya kerugian bersama di masa kedepannya,” tegasnya.

Baca Juga  Kakek 73 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sementara itu, dari data terkini Pemkot Bogor, Sabtu (21/3), hingga pukul 14.00 WIB, tercatat total Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 163 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang di antaranya telah dinyatakan selesai atau negatif. Sedangkan sisanya masih dalam pemantauan.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini tercatat sebanyak 9 orang. Satu di antaranya telah dinyatakan selesai, sementara delapan sisanya masih dalam pengawasan pihak Rumah Sakit.

Ke depan, Pemkot Bogor akan segera menyiapkan anggaran untuk dialokasikan di setiap kegiatan terkait dengan penangan penyebaran Virus Corona di Kota Bogor. Pemkot Bogor juga akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh Rumah Sakit di Kota Bogor agar bisa menampung dan menangani pasien yang terpapar Covid-19.

Baca Juga  Pengamat: Pemkot Bogor Belum Layak Dapat Wtp

“Kita akan terus intens berkoordinasi dengan seluruh Rumah Sakit di Kota Bogor dengan harapan dapat menunjang seluruh rangkaian teknis dalam penanggulangan pasien Covid-19 dan penyebaran virus ini bisa ditekan angkanya semaksimal mungkin,” tuturnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.