Relokasi PKL Ditunda sampai Takbiran

by -
DISKUSI: Pemkot Bogor bersama jajaran melakukan pertemuan bersama pedagang yang berjualan di Jalan Pedati dan Lawangseketeng terkait relokasi.

METROPOLITAN – Setelah melewati proses yang cukup panjang. Tarik ulur keinginan dan penolakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) antara pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto dan Walikota Bogor, Bima Arya, akhirnya mencapai titik temu.

Berdasarkan hasil peninjauan rekomendasi dari pimpinan DPRD Kota Bogor, Bima Arya pun menetapkan rencana relokasi PKL Lawang Seketeng – Pedati di tangguhkan sampai malam takbiran Idul Fitri, yang rencananya akan jatuh pada 23 Mei 2020.

“Kami akan berikan kesempatan sampai malam takbiran itu terakhir,” kata Bima saat mendatangi kawasan Suryakencana, Jumat (6/3).

Selain itu, ia juga menyetujui rekomendasi yang dikeluarkan DPRD terkait melibatkan perwakilan PKL untuk masalah relokasi dan pemberian Tanda Daftar Usaha (TDU) kepada 696 PKL Lawang Seketeng – Pedati.

“Insyaallah, maslahat untuk semua,” jelasnya.

Menurutnya, teknis pemberian TDU kepada para PKL akan dipegang langsung Dinas UMKM. Sebab, saat ini pedagang yang ada di Lawang Seketeng – Pedati terdiri dari warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

“Nanti untuk masalah warga Kota dan Kabupaten itu teknis lah. Yang pasti tugas kami memberikan TDU dan memastikan yang memiliki TDU bertahan sampai malam takbiran,” ujarnya.

Ketika proses revitalisasi Lawang Seketeng – Pedati dilakukan, Bima berharap pedagang bisa bekerjasama dengan baik. Sebab, dalam waktu dekat ini, Pemkot Bogor berencana melakukan revitalisasi terhadap gorong-gorong dan pedestarian yang ada di Lawang Seketeng dan Pedati.

Dilokasi yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, memberikan apresiasi kepada Walikota Bogor yang mau mendengarkan rekomendasi dari DPRD Kota Bogor.

“Saya kira ini adalah bentuk komunikasi yang baik, bahwa kita mencari titik temu terbaik. Karena penataan PKL ini adalah sesuatu hal yang strategis dan perlu di support bersama, maka perlu kita sosialisasikan,” ucap Atang.

Dengan ditangguhkannya rencana relokasi PKL Lawang Seketeng – Pedati, Atang berharap nantinya para pedagang ini memiliki bekal yang lebih saat direlokasi ke Pasar Bogor nantinya.

“Dengan adanya kebijakan ini, maka ini adalah kesempatan bagi para pedagang agar lebih mempersiapkan diri lebih baik lagi,” bebernya.

Politisi PKS ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor yang tetap solid untuk memperjuangkan kemaslahatan umat.

“Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang sangat responsif dan bersama-sama berjuang sesuai konstitusi. Semoga kita semakin solid untuk bersama-sama membangun kota bogor lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *