Santri Al Fath Sumbang Sejuta Petani Milenial

by -
BANTUAN: Santri Podok Pesantren Dzikir Al Fath mendapat bantuan dari Kementan.

METROPOLITAN – Santri Pondok Pesantren Dzikir Al- Fath Sukabumi ikut berkontribusi dalam gerakan satu juta santri milenial yang digulirkan Kementerian Pertanian RI.

Salah satunya meregenerasi petani dengan sentuhan digitalisasi.Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath Sukabumi, Kiai Fajar Laksana, mengatakakan, pesantren menjadi sangat potensial untuk menciptakan regenerasi petani.

“Melalui Program Santri Tani Milenial (STM) ini, kita dorong santri-santri untuk terjun ke pertanian,” ujarnya.

Para santri, kata dia, dikelompokkan menurut minat. Mereka mendapatkan ilmu dan pendampingan yang komprehensif.

“Kita dorong mereka bertani dengan teknologi yang digital, karena era milenial dikenal sebagai era yang serba cepat dan mudah aksesnya,” katanya.

Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi menjelaskan meskipun lahan pertanian di Kota berkurang namun Pemerintah Kota sepakat menyiapkan lahan pertanian yang berkelanjutan (LP2B).

Sehingga lahan tersebut tidak beralih fungsi.

“Pondok Pesantren sangat berpotensi untuk regenerasi petani, apalagi banyak orang tua mempercayakan pendidikan di pondok pesantren modern atau boarding school. Santri nantinya setelah keluar dari pondok memiliki kemampuan dan syukur-syukur bisa menjadi job seeker dan job creator hingga ekportir milenial,” katanya.

Di acara itu diserahkan bantuan sarana pertanian dari Pemprov Jawa Barat ke Ponpes Dzikir Alfath dan penandatanganan MoU pesantren dengan BLKN Maju Bersama.

Bantuan sarana pertanian ini akan sangat bermanfaat dalam inovasi di ponpes dan mendorong pengembangan ekonomi umat.

Menurut Fahmi, saat ini yang dibutuhkan bukan hanya ijazah melainkan seseorang yang memiliki keterampilan dan kompetensi serta sikap mau kerja keras.

Hal tersebut menjadikam seseorang bisa bersaing di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Fahmi mengatakan, tidak perlu khawatir dengan masa depan, seandainya telah mempersiapkan diri dengan kompetensi yang ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Pemkot dan pemprov serta pusat siapkan robotic government dimana CPNS makin berkurang karena kerja menggunakan terutama pada instansi layanan publik.

Fahmi mengatakan hal ini menunjukkan yang miliki kompetensi yang bisa bersaing.

“Bersyukur Alfath mulai kembangkan pelatihan agar siap hadapi teknologi,” ujarnya. (idk/kip/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *