Tes Massal Corona Batal di Pakansari, Bupati Bogor Pilih Rumah Sakit, Ini Prioritasnya

by -

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Jawa Barat menggelar rapid test atau tes massal corona di Stadion Pakansari batal.

Tes akan dilakukan di rumah sakit dan door to door atau dari rumah ke rumah untuk orang-orang dengan klasifikasi khusus.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, rapid test diserahkan kembali ke masing-masing daerah. Kabupaten Bogor sendiri hanya kebagian 1000 alat rapid tes dari Jawa Barat dan penggunaannya akan diprioritaskan untuk orang-orang dengan katagori khusus.

“Bogor kebagian 1000 alat rapid tes untuk mendeteksi positif corona atau tidak. Insyaallah hari ini alatnya sampai. Jadinya nggak di Stadion Pakansari,” kata Ade Yasin usai Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah untuk Penanganan Wabah Virus Corona di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Senin (23/3).

Menurutnya, rapid test rencananya akan dilaksnakan besok, Selasa (24/3) atau paling lambat Rabu (25/3).

Karena skema tes mutlak menjadi kewenangan daerah, Pemkab Bogor mengklasifikasi orang-orang yang akan mendapat prioritas tes.

Mereka adalah orang dalam resiko (ODR) seperti dokter dan perawat, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan lingkar dalam positif atau keluarga orang yang dirumahnya ada yang positif corona.

Untuk teknisnya, ODR dan PDP bisa dilakukan di beberapa rumah sakit rujukan seperti RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, RSUD Leuwiliang, RSUD Cileungsi dan RSPG Cisarua.

“Kalau ODR itu kebanyakan tenaga medis, jadi orangnya ada di rumah sakit. Begitu juga dengan PDP, sekarang numpuk di rumah sakit menunggu alat tes. Jadi tes di rumah sakit akan lebih mudah untuk dua katagori itu,” terangnya.

Sementara untuk katagori ODP dan lingkar dalam positif, tes bisa dilakukan dari rumah ke rumah. Pemkab melalui gugus tugas penanganan corona akan melacak keberadaan ODP dan lingkar dalam positif sehingga pada saat tes benar-benar tepat sasaran.

“Ini juga banyak kalau kita telusuri. Kalaupun ada sisa, untuk petugas di jalan seperti polisi, TNI. Yang diperiksa nanti juga by name by adress. Jadi datanya harus valid,” ungkap Ade Yasin.

Dengan rapid tes ini, dirinya berharap bisa mendeteksi warga yang positif dan tidak, khususnya bagi mereka yang berstatus PDP.

“Pasien dalam pengawasan (PDP) banyak karena alatnya belum ada. Mudah-mudahan dengan tes ini bisa mengetahui, sehingga yang tidak positif bisa dikeluarkan dari ruang isolasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor terus bertambah.

Berdasarkan rilis resmi Pemkab Bogor per tanggal 22 Maret 2020 pukul 20.00 WIB, tercatat ada lima orang yang positif corona. Ditambah satu orang yang meninggal dunia.

Data tanggal 21 Meret 2020 tercatat ada empat orang yang positif corona di luar pasien positif yang meninggal dunia. Artinya, per hari ini, Minggu (22/3) ada penambahan satu kasus positif corona.

“Total positif enam, satu meninggal dunia.¬†Adapun keterangan terkonfirmasi positif adalah laki-laki berusia 40 tahun, warga Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam rilis yang diterima Metropolitan.id, Minggu (22/3) malam.

Sementara untuk katagori orang dalam pemantauan (ODP), total ada 109 orang. 90 di antaranya sudah selesai penanganan.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP), tercatat ada 36 orang. 18 di antaranya selesai penanganan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *