AS bakal Setop Dana ke WHO

by -

METROPOLITAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menghentikan aliran dana ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dituding­nya berbuat kesalahan, se­hingga menyebabkan banyak orang meninggal dunia akibat virus corona.

”Saya memerintahkan jaja­ran saya untuk menghentikan pendanaan selagi menyusun tinjauan terhadap peran Or­ganisasi Kesehatan Dunia dalam salah kelola yang parah dan menutupi penyebaran virus corona,” papar Trump dalam jumpa pers di gedung Putih, Selasa (14/4) waktu setempat. ”WHO gagal mela­kukan tugas dasar mereka dan harus dimintai pertanggung­jawaban,” lanjutnya. Saat ini AS merupakan negara dengan kasus positif corona terba­nyak di dunia, yaitu 602.989 kasus. AS juga mencatat angka kematian terbanyak di dunia, yaitu 25.575 orang.

Seorang pakar gugus tugas penanganan Covid-19 menya­takan, Amerika Serikat ”bisa menyelamatkan banyak nyawa” seandainya lebih awal mene­rapkan langkah-langkah untuk menghentikan Covid-19.

”Jika kita melakukannya sejak awal, untuk menutup semuanya, barangkali akan sedikit berbeda,” kata dr An­thony Fauci, pakar dari gugus tugas penanganan virus co­rona di AS, kepada CNN.

Trump menuding WHO tidak bersikap objektif, sehingga menerima klaim China tanpa melakukan peninjauan. ”Jika saja WHO melakukan tugasnya dalam mengutus pakar-pakar kesehatan ke China untuk se­cara objektif meninjau situasi di lapangan dan membeberkan kurangnya transparansi China, wabah ini bisa diatasi pada sumbernya dengan sedikit ke­matian,” katanya. ”Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi dunia,” sambungnya.

Trump menuding WHO ter­lalu percaya terhadap klaim pemerintah China. ”Keper­cayaan WHO pada pernya­taan China mungkin meny­ebabkan peningkatan 20 kali lipat di dunia dan mungkin lebih…Begitu banyak kema­tian disebabkan kesalahan mereka,” tuding Trump. Se­belumnya, Trump mengklaim bahwa WHO bersikap ”China sentris” dalam menangani pandemi virus corona. Namun, klaim itu ditepis Direktur Jen­deral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dia justru me­minta semua pihak ”jangan mempolitisasi virus ini”. ”Yang paling kuat seharusnya me­mimpin jalan dan mohon ka­rantinakan politik Covid,” papar Tedros dalam pernyataan yang secara implisit merujuk Trump.

WHO mengandalkan baik dari negara-negara maupun pihak swasta sebagai sumber pendanaan. Pendanaan terse­but juga dibagi menjadi kon­tribusi wajib dan sukarela. Beberapa tahun terakhir, pen­danaan sukarela terlihat sema­kin penting. Pemerintah AS adalah kontributor dana suka­rela terbesar, mencapai 15% dari seluruh pendanaan yang diterima WHO pada 2019.

Perlu dicatat, AS berutang pada WHO dalam hal kontri­busi wajib. Data pada Maret 2020 menunjukkan AS masih berutang lebih dari US$99 juta (Rp1,5 triliun). Jumlah ini ter­banyak dari negara manapun. (bc/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *