Bupati Bogor: Masih Banyak Warga yang Belum Peduli PSBB

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku masih banyak warganya yang belum peduli terhadap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dirinya lantas meminta masyarakat mulai berdisiplin mematuhi PSBB unthk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

“Di hari ke-tiga pelaksanaan PSBB, banyak warga yang sudah berdisiplin mematuhi PSBB. Tetapi tidak sedikit juga yang masih belum peduli. Saya berterima kasih kepada warga yang sudah berdisiplin, karena sudah bisa dan berhasil mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dan memulai kebiasaan baru sesuai aturan PSBB. Kepada yang belum berdisplin, saya berharap besok dan seterusnya mulai berdisiplin, mulai mencoba suatu kebiasaan baru,” kata Ade Yasin, Jumat (17/4).

Selama PSBB berlangsung, banyak aparat dari kepolisian, TNI, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan yang berjaga di sejumlah tempat. Mereka memeriksa semua kendaraan yang keluar atau masuk wilayah Kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengaku mengerti ada warga yang merasa penjagaan aparat di sejumlah titik seperti menghalangi-halangi. Namun, dirinya mengakaj masyarakat untuk mengerti, bahwa semua itu tak lain untuk menghindari warga Kabupaten Bogor dari bahaya virus corona.

“Jika situasinya sudah berubah, maka penjagaan oleh aparat di sejumlah titik itu dipastikan tidak akan ada lagi. Saya terus mencari bagaimana cara mengatakan kepada warga agar tinggal di rumah, diam di rumah jika tidak ada keperluan penting.
Saya terus mencari bagaiman cara mengatakannya agar semua warga Kabupaten Bogor mematuhi protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, menjaga jarak, mengunakan masker jika keluar rumah dan lain sebagaimanya,” ungkapnya.

Menurutnya, semua langkah dilakukan karena penularan virus corona di Kabupaten Bogor terus terjadi. Kecamatan yang masuk zona merah penyebaran virus corona terus bertambah. Pada Selasa lalu, masih 13 kecamatan yang ditetapkan sebagai zona merah. Namun sehari setelahnya, bertambah menjadi 14 kecamatan.

“DKI Jakarta sebagai epicentrum corona di Indonesia sudah melaksanakan PSBB sejak tujuh hari lalu. Tetapi penularan terus terjadi. Jumlah orang tertular baru masih tinggi. Hari Kamis kemarin jumlah orang tertular baru di Jakarta mencapai 196 orang, jauh lebih banyak dibanding jumlah tertular baru sehari sebelumnya sebanyak 139 orang. Ini berarti corona ini masih sangat berbahaya. Ini pula salah satu yang membuat saya tak bosan mengingatkan warga agar tinggal di rumah, diam di rumah dan kalau keluar rumah patuhi protokol kesehatan,” terang Ade Yasin.

Politisi PPP ini melanjutkan, Kabupaten Bogor sangat berdekatan dengan Jakarta. Warga Kabupaten Bogor yang tertular corona dan dirawat di rumah sakit banyak yang tertular karena berinteraksi ke Jakarta.

Untuk itu, Ade Yasin mengimbau warga Kabupaten Bogor agar meningkatkan kehati-hatian dengan cara berdisiplin mematuhi PSBB dan melaksanakan protokol kesehatan.

“PSBB bukan suatu hal yang buruk, PSBB bukan suatu negatif, PSBB bukan untuk mengekang. PSBB adalah untuk menjaga kita semua agar tidak tertular corona. Terimalah PSBB sebagai suatu yang baik untuk kita dan karena itu bersemangatlah menjalankannya,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *