Catat Nih, Semua Kegiatan Ibadah di Kota Bogor Dilakukan di Rumah Masing-masing

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Dewan Masjid Kota Bogor, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor mengeluarkan keputusan bersama terkait pergantian pelaksanaan salat berjamaah di masjid dan kegiatan keagamaan lainnya sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.

Keputusan bersama yang ditandatangani pada Senin (30/03) ini disepakati untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di Kota Bogor.

Isinya, menginstruksikan seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar mengganti pelaksanaan Salat Jumat dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing.

Sementara untuk pelaksanaan salat lima waktu berjamaah di masjid, agar dapat dilakukan di rumah masing-masing.

Baca Juga  Jokowi Ontrog Puskesmas Tanahsareal Bogor, Tinjau Simulasi Vaksin

Instruksi ini juga berlaku untuk kegiatan ibadah di Gereja, Pura, Vihara, Klenteng, dan kegiatan keagamaan lainnya yang dilakukan secara berkumpul yang berpotensi penularan wabah covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan situasi dan kondisi Kota Bogor yang telah berada pada kejadian luar biasa (KLB) kasus covid-19.

“Semua pihak bertekad untuk bekerja sama secara maksimal dan terus berkoordinasi mencegah penyebaran vovid-19,” kata Dedie, Rabu (1/4).

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Kota Bogor, Ade Sarmili menilai saat ini masih banyak masyarakat yang masih merasa sehat, segar dan bugar.

Namun yang berbahaya, jika seseorang menjadi carrier corona atau orang yang memiliki atau terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala atau terlihat seperti orang sehat, tidak merasa sakit atau memiliki gejala yang sangat ringan, namun bisa menyebabkan orang lain tertular penyakit.

Baca Juga  Cuma 1 Kecamatan di Bogor yang Bebas Corona

“Dia sehat dan kuat karena mungkin sistem imun di tubuhnya kuat. Tapi dia bisa menjadi carrier corona atau penyebab tersebarnya wabah itu, terutama kepada orang orang yang rentan, manula dan yang punya penyakit penyerta,” ungkap Ade Sarmili.

Dia berharap keputusan bersama ini bisa meminimalisasi kerumunan orang. Sehingga, perkembangan wabah vovid-19 bisa diputus sedikit demi sedikit.

“Dan semoga ummat memaklumi dan menjadikan sebagai sumber ilmu,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *