Dirikan Dapur Umum di Zona Merah

by -

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menyukseskan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satunya seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Mereka mendirikan enam dapur umum di sejumlah titik yang menjadi wilayah zona merah penyebaran virus corona alias Covid-19.

BUPATI Bekasi Eka Supria Atmaja menjelaskan enam titik yang kini menjadi zona merah penyeberan Covid-19 adalah Kecamatan Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Ci­karang Barat dan Cikarang Pusat. ”Dapur umum ini kita dirikan di enam kecamatan yang masuk zona merah, dengan tujuan untuk mem­berikan bantuan kepada ma­syarakat sekitar selama masa PSBB di Kabupaten Bekasi,” kata Eka melalui keterangan resmi, kemarin.

Dalam penerapannya, pro­ses pembagian makanan akan melibatkan Tim Perlindun­gan Masyarakat (Limnas) untuk mengantarkan makanan ke rumah masing-masing masyarakat di kabupaten. Hal itu berlaku bagi para pendu­duk di wilayah zona merah yang sudah terdaftar. ”Kami sudah memiliki data dari ke­pala desa, RW, maupun RT untuk mengantarkan ke rumah masing-masing. Jadi tidak akan ada titik kerumunan masyarakat nantinya,” ucap­nya.

Meski tak mencakup seluruh wilayah, Eka mengaku pi­haknya pun turut membuka lumbung pangan yang nanti­nya akan tersebar di seluruh desa dan kecamatan. Lokasi lumbung itu akan berada di tempat-tempat ibadah wi­layah tersebut.

Menurutnya, hal itu dila­kukan agar wilayah-wilayah yang tidak menjadi zona merah di wilayah itu bisa mendapatkan bantuan se­bagai dampak dari penerapan PSBB. ”Lumbung pangan ini juga menerima bantuan dari masyarakat, nantinya akan diberikan lagi kepada masyarakat yang tidak terka­ver bantuan pemerintah,” ucapnya.

Selama penerapan PSBB di Kabupaten Bekasi, Eka men­jelaskan bahwa pihaknya membuka 12 titik check point yang merupakan wilayah per­batasan, kawasan industri, terminal, stasiun, pasar dan juga pintu keluar tol. Fungsi­nya, kata dia, untuk memba­tasi akses masuk menuju wilayah Kabupaten Bekasi. Namun, ia menegaskan bahwa titik-titik tersebut bukan un­tuk menutup akses menuju wilayah tersebut.

”Untuk pengecekan titik check point, kita sambil men­sosialisasikan ke masyarakat juga. Wajib menggunakan masker, jika kendaraan ber­motor berboncengan, yang satu akan kita minta untuk turun. Dan untuk kendaraan roda empat atau umum, harus 50 persen dari jumlah yang seharusnya,” ujarnya. (cnn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *