Jelang PSBB, Harga Sembako di Kota Bogor Cenderung Stabil

by -

METROPOLITAN.ID – Jelang penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor pada Rabu (15/04) nanti, jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) terus awasi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional.

Direktur Operasional Perumda PPJ Kota Bogor Denny Ari Wibowo mengatakan, sejak ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa(KLB) covid-19 di Kota Hujan, pihaknya mengaku senantiasa memastikan stok pangan dan bahan pokok di pusat perbelanjaan bagi masyarakat.

Secara umum, baik ketersediaan bahan pokok maupun harga komponen pangan sejauh ini masih stabil. Bahkan, bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe rawit yang semula mengalami kenaikan harga Rp 2 ribu rupiah hingga Rp 8 ribu rupiah perkilogram, kini mulai stabil.

“23 Maret lalu harga cabe merah, cebe rawit dan bawang merah ada kenaikan Rp 2 ribu sampai Rp 8 ribu perkilogramnya. Tapi sekarang semua harganya sudah kembali normal. Hanga bawang putih yang alami kenaikan Rp 2 ribu,” bebernya.

Baca Juga  Disperindag Maksimalkan Layanan Tera

Untuk harga bawang putih sendiri, sambung Denny, saat ini mencapai Rp 50 ribu perkilogram. Dari harga semula Rp 48 ribu perkilogram. Pihaknya mengaku akan terus memantau ketersediaan dan harga pangan di pasar tradisional, terlebih jelang penerapan PSBB ini.

Kepala Disperindag Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, pasca ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa(KLB) covid-19 di Kota Hujan, pihaknya mengaku akan senantiasa memastikan stok pangan dan bahan pokok di pusat perbelanjaan bagi masyarakat.

Hal tersebut dilakukan, lantaran kepanikan masyarakat akan wabah covid-19, yang membuat warga berbondong-bondong, membeli stok pangan untuk beberapa hari ke depan. “Dalam waktu dekat kita akan cek gudang gudang, distributor sembako, untuk melihat dari dekat situasinya seperti apa,” katanya

Baca Juga  Pemkab Bogor Rancang Aplikasi Pemantau Harga Sembako

Tak hanya itu, Disperindag Kota Bogor juga akan melakukan oprasi pasar dengan jajaran Badan Urusan Logistik (Bulog), jika memang itu diperlukan. “Kita sedang kaji kemungkinan-kemungkinan kedepannya. Bisa juga nanti kita lakukan operasi pasar dengan Bulog. Tapi hal ini masih dalam pembahasan dulu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari tim lapangan, ketersediaan bahan pokok masih dalam kategori aman. Bahkan, sejumlah harga juga masih terbilang relatif normal. “Kesimpulannya, sampai dengan pemantauan Disperindag kemarin, terpantau ketersediaan bahan pokok di Ritel stock dalam keadaan aman, dan harga masih dibilang cukup normal. Tapi tetap ini akan kita awasi terus,” tutupnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *