Kades Jogjogan Daftarkan Seluruh Perangkat Desa Jadi Peserta BPJamsostek

by -

METROPOLITAN.ID – Mulai april 2020 Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mendaftarkan perangkat desanya dalam program BPJamsostek

Kepala Desa Jogjogan H. Enjang Ruslan Purnama menyampaikan sebagai langkah awal kami semua perangkat desa, anggota limnas , RT/RW, kader posyandu, kader PKK, BPD, LMP, BUMDes serta guru ngaji yang ada di Desa Jogjogan yang berjumlah sekitar 160-an orang lebih mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, rabu(8/4).

“Rencana awal kami sudah mengagendakan untuk mengumpulkan semua perangkat desa dan mengadirkan BPJamsostek untuk bisa memberikan sosialisasi dan edukasi secara langsung manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” kata enjang.

“Karena ada satu lain hal yaitu Covid-19 , sesuai surat edaran pencegahan penyerbaran virus corona untuk menunda berbagai macam kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” imbuhnya.

Baca Juga  Mantan Lawan Andik Vermansah Jual Sepatu Emas demi Sembuh Cedera

Untuk sementara, lanjut dia, pendaftaran dilakukan mulai dari perangkat desa yang sudah dibayarkan awal April, RT/RW terus berlanjut semua lembaga desa akan dilindungi BPJamsostek.

“Harapan kami selaku pelayan masyarakat, ini bicara umum kita tidak ada yang tau. Sementara mereka yang menjadi abdi negara atau elayanan masyarakat kalau terjadi resiko kerja yang tidak diinginkan bisa terlindungi sebagai program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Potensi UKM di Desa Jogjogan adalah tempat wisata. “Ini juga menjadi pioritas saya untuk meningkatkan ukm, hampir ada 200an wilayah yang disewakan. Kami akan menggerakkan masyarakat untuk bisa menfaatkan dan bergabung juga menjadi BPJamsostek. Mudahan-mudahan cobid 19 cepat berlalu dan apa yg direncakan bisa berjalan sesuai rencana sehingga seluruh perangkat desa kami bisa terlindungi BPJamsostek”, ucap enjang.

Baca Juga  Ini Penyebab Kasus Covid di Kota Bogor Naik Lagi

Dikonfirmasi ditempat berbeda, Kepala BPJamsostek Bogor Kota, Chairul Arianto menyampaikan, apresiasi dan terimakasih telah mengikutsertakan seluruh Perangkat Desa Jogjogan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sangat bermanfaat karena kita sebagai tulang punggung keluarga bilamana mereka mengalami resiko tadi tidak terlalu berat, karena BPJamsostek hadir untuk pekerja disamping iuranya yang relatif terjangkau, manfaatnya sangat luar biasa dengan adanya peningkatan manfaat JKK dan JKM sesuai PP 82 Tahun 2019,” imbuhnya.

Selanjutnya, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, semula hanya mendapatkan manfaat 75 persen dari upah yang dilaporkan untuk enam bulan kedua, kini menjadi 100 persen upah selama satu tahun.

Baca Juga  Kota Bogor Waspada Ancaman Covid Varian Baru

“Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, terdapat beberapa peningkatan manfaat jaminan kematian diantaranya santunan kematian yang sebelumnya Rp 16,2 juta meningkat menjadi Rp 20 juta. Biaya pemakaman yang semula Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta, santunan berkala yang semula Rp 4,8 juta menjadi Rp 12 juta. Sehingga total santunan sebesar Rp42 juta,” pungkas Anto.(suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *