Pasar Penuh Sehari Sebelum Ramadan, PSBB Tak Berlaku

by -

METROPOLITAN.id – Sehari jelang Ramadan, Kamis (23/4), kondisi pasar tradisional di Bogor mengalami lonjakan pengunjung. Beberapa pasar bahkan nampak penuh oleh pengunjung.

Padahal, pemerintah tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Pantauan METROPOLITAN.id pukul 11.00 WIB, kondisi Pasar Bogor dan PKL Lawang Seketeng dan Jalan Pedati sangat ramai dikunjungi warga yang berbelanja untuk kebutuhan menjelang puasa.

Tak ada psyichal distancing atau jarak aman. Bahkan sejumlah pedagang hingga pengunjung, masih ada yang tidak mengenakan masker.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir, membenarkan adanya lonjakan pengunjung. Namun, ia mengaku bahwa semua masyarakat yang ingin berbelanja diwajibkan mencuci tangan dan mengenakan masker.

Baca Juga  Nggak Ada Akses Warga Dampak Double Track, Pemkot Bogor Ngarep Dibantu Bangun Empat JPO

“Walaupun PSBB memang antusias masyarakat menjelang puasa pertama cukup tinggi. Kami wajibkan cuci tangan dan jaga jarak,” katanya.

Soal pedagang yang tidak mengenakan masker, Muzakkir mengatakan bahwa PKL adalah ranahnya Dinas UMKM.

“Memang saya kaget karena ramai sekali dan padat. Tapi saya hanya bisa menyampaikan imbauan, karena itu bukan ranah kami. Saya sudah komunikasikan dengan pimpinan dan UMKM agar bisa dipantau langsung,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Dalops Satpol-PP Kota Bogor, Theo Patricio Freitas mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan secara tegas. Namun untuk sosialisasi dan imbauan sudah dilakukan berkali-kali.

“Di wawar sudah, di ingatkan sudah. Tinggal kesadaran dari masing-masing pribadi,” terang Theo.

Baca Juga  Gelontorkan Anggaran Rp250 Miliar, Bogor Fokus Percantik Kawasan Cibinong Raya

Melihat kondisi di lapangan yang semrawut, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Demokrat Eny Indari angkat suara. Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor harus tegas dalam melakukan penindakan terhadap para pelanggar PSBB.

“Kan yang penting cuma butuh makan saja 14 hari. Masa pemerintah tidak mampu memberikan makan, anggaran minta digeser sudah kami dukung,” tegasnya.

Namun ia juga berharap masyarakat bisa mengikuti instruksi pemerintah dan berdiam diri di rumah. (dil/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *