PSBB Bogor Berlaku di 40 Kecamatan, Zona Merah Siaga 24 Jam

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin memastikan prioritas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal dilakukan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Keputusan ini diberlakukan menyusul terus bertambahnya zona merah penyebaran virus corona atau covid-19 di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya akan memprioritaskan penerapan PSBB di wilayah zona merah.

“PSSB semuanya diprioritadkan. Karena kemarin melihat sehari ada dua kecamatan yang positif lagi. Jadi 40 kecamatan PSBB,” kata Ade Yasin usai Rapat Paripurna penyampaian LKPJ Bupati Bogor Tahun Anggaran 2019 di DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (14/4).

Namun, politisi PPP ini mengaku tetap ada pembeda antara PSBB di zona merah dan di luar itu. Di zona merah, bakal diterapkan piket 24 jam untuk membatasi lalu lalang orang. Sementara di luar zona merah, PSBB berlaku di jam kerja saja.

Baca Juga  Jam Operasional Nggak Kompak, Pemkab Bogor Minta Ada Keseragaman

Hingga Selasa (14/4), ada 13 kecamatan yang masuk zona merah lantaran terdapat kasus positif corona. Yakni kecamatan Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Ciomas, Ciampea, Kemang, Ciseeng, Parungpanjang, Babakanmadang dan Ciawi.

“Cuma yang zona merah itu ada piket 24 jam. Kalau yang lain berlaku selama jam kerja. Tujuannya supaya pergerakan teratur,” terangnya.

Ade Yasin memastikan, PSBB Kabupaten Bogor akan mulai diterapkan pada Rabu (15/4) mulai pukul 00.00 WIB. Secara keseluruhan, ada 53 titik penyekatan di jalur-jalur yang biasa menjadi lokasi pergerakan orang.

“Mulai jam 00.00 sudah masuk masa PSBB. Tapi pemeriksaan akan dilakssnakan pagi harinya bersama TNI-Polri dan stakeholder terkait. Kita akan melakukan pengetatan di 53 titik,” ujar Ade Yasin.

Baca Juga  Heboh Soal Larangan Tiup Terompet di Bogor, Ini Kata Bupati

Ia berharap, PSBB ini dapat menekan aktifitas warga di luar rumah sehingga mampu meminimalisasi penyebaran virus corona.

Sejauh ini, Ade Yasin melihat pergerakan orang di tengah pandemi corona masih mengkhawatirkan.

“Termasuk angkutan umum juga nanti akan dibatasi. Entah dari segi penumpang, keberangkatan dan lainnya. Saya juga sudah usulkan ke KAI untuk begaimana caranya mengatur lalu lintas kereta. Misalnya dijadwal Bogor berangkat lalu setengah jam kemudian dari Bojonggede. Sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *