PSBB Jakarta Diperpanjang?

by -

METROPOLITAN – Guber­nur DKI Jakarta Anies Baswe­dan berencana memperpan­jang pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota. Ini mengacu pada kenyataan bahwa wabah virus corona seperti ini tidak bisa selesai dalam 14 hari. Sementara PSBB di DKI Jakarta baru dimulai sejak Jumat (10/4).

Dalam rapat dengan Timwas Covid-19 DPR RI, Anies me­nyebut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 menuliskan PSBB di­berlakukan selama 14 hari. ”Padahal dalam kenyataan, wabah seperti ini tidak bisa selesai dalam 14 hari. Karena itu, hampir pasti PSBB ini harus diperpanjang,” katanya dalam rapat yang berlangsung secara virtual, kemarin.

Anies mengakui pelaks­anaan PSBB tidaklah mudah. Sebab, dibutuhkan kampanye kesadaran secara serius di masyarakat. Penegakan atu­ran, menurut Anies, akan dilaksanakan. ”Kita akan menegakkan aturan, bahkan bisa mencabut izin usaha. Itu semua kita lakukan ber­tahap. Pertama, pemberita­huan. Kalau diulang, lakukan tindakan. Karena pada prin­sipnya ini bukan penegakan aturan saja, tapi ini soal me­nyebarkan bahaya Covid-19 ini,” ujarnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sampai hari ini di DKI Jakarta sebanyak 2.670 kasus konfirmasi positif Co­vid-19. Dari jumlah itu, seba­nyak 202 sembuh dan 244 meninggal. (cnb/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *