Pulang Dari Taiwan, Warga Tarikolot Bogor Ikuti Karantina Sebelum Masuk Kampung

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor menerapkaan protokol ketat untuk penanganan dan antisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

Salah satunya dengan mewajibkan warga yang baru datang dari luar wilayah melakukan karantina di Rumah Karantina yang sudah disiapkan oleh Pemdes Tarikolot.

Hal itu berlaku juga bagi ED. Perempuan 39 tahun yang bekerja di Taiwan sejak 2005 ini harus menginap di Rumah Karantina ketika pulang kampung, Rabu (29/4).

Kepala Desa Tarikolot H.Kurniawan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, meski bukan ber-KTP Desa Tarikolot ED yang baru pulang dari Taiwan itu akan tinggal di rumah kontrakan anaknya di wilayah Tarikolot.

Baca Juga  Galang Dana, TKD Kantongi Setengah Miliar Lebih

Hasil pengecekan saat tiba bandara, ED tidak terindikasi penyakit apapun. Hanya saja, ketua RT/RW tidak mau ambil resiko khawatir warga resah. Beruntung, ED mau ditempatkan di Rumah Karantina sesuai protokol yang berlaku.

“Tadi ED dari bandara Soekarno Hatta langsung memasuki Rumah Karantina. Walaupun lolos dari tes bandara, hanya saja kita tetap harus berlakukan aturan wajib menjalani karantina selama 14 hari yang kita sudah siapkan dengan fasilitas yang ada,” jelas H. Kurniawan.

Menurutnya, yang bersangkutan secara sukarela mengikuti karantina di Rumah Karantina Desa Tarikolot. Bahkan, sang anak telah membuat pernyataan dengan sukarela.

“Selama karantina, kebutuhan dasar ED dipenuhi Pemdes Tarikolot ditambah pengecekan kesehatan rutin harian,” pungkasnya. (din/b/fin)

Baca Juga  Jangan Ngabuburit di Tengah Pandemi Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *