Riset: Phsycal Distancing Ideal 8,2 Meter

by -

METROPOLITAN – Riset terbaru yang diterbitkan JAMA Network akhir Maret 2020 lumayan mengejutkan. Ha­silnya, jarak aman yang dire­komendasikan untuk physical distancing adalah 27 kaki atau sekitar 8,2 meter, bukan 1 atau 2 meter.

Berdasarkan penelitian Ly­dia Bourouiba, jarak aman 1–2 meter yang direkomen­dasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Se­rikat tidak lagi efektif. Sebab, hal itu didasarkan pada riset William F Wells tentang pe­nularan tuberkulosis di era 1930-an.

Penularan dikaji berdasar ukuran droplet yang saat itu dibagi menjadi ukuran besar dan kecil. ’’Jika mengikuti standar modern, klasifikasi itu terlalu sederhana,” tegas associate professor di Mas­sachusetts Institute of Tech­nology, AS, tersebut.

Bourouiba menjelaskan, ke­tika batuk atau bersin, ada gas turbulen yang menyerupai awan yang terhembus di udara. Me­ski berupa gas, terdapat parti­kel droplet yang membawa kuman patogen (penyebab penyakit). ’’Kondisi ’awan’ yang lembap dan hangat ini mem­buat droplet punya sebaran luas,” papar ahli bidang dina­mika fluida dan epidemi itu.

Baca Juga  5 Manfaat Mandi Pagi dengan Air Dingin Untuk Kesehatan

Dari penelitian tersebut, ’’awan” bersin dinilai memiliki potensi sebaran yang kuat. Dalam kondisi maksimal, ke­cepatannya mencapai 10– 30 meter per detik. Daya sebarnya tercatat 23–27 kaki (7–8 meter).

Menurut Bourouiba, karak­teristik itu dapat menjelaskan kondisi persebaran virus di Tiongkok. ’’Dari laporan di sana, partikel virus korona bahkan terdapat dalam sistem ventilasi ruang perawatan pasien Covid- 19,” ungkapnya.

Meski demikian, belum ada riset yang menerangkan se­cara pasti berapa lama droplet bisa bertahan di udara maupun permukaan benda. Bourouiba menuturkan, penggunaan mas­ker dan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai plus menjaga kebersihan diri, efek­tif mencegah penyebaran kuman lewat droplet.

Meski begitu, belum ada riset terkait ketahanan masker bedah dan N95 terhadap persebaran virus lewat ’’awan” tersebut. Karena itu, proteksi sebaiknya ditingkatkan. Terutama bagi tenaga medis yang berinter­aksi langsung dengan pasien terindikasi infeksi karena virus korona. (jp/feb/py)

Baca Juga  Kemenkes Terbitkan Edaran soal Bahaya Bilik Disinfektan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *