Tidak Ada Penutupan Jalan Saat PSBB, Hanya Pembatasan

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan bakal memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Rabu (15/4). Yang jelas, tak ada penutupan jalan selama PSBB berlangsung.

“Tidak ada penutupan jalan, yang ada pembatasan. Teknisnya masih kita rapatkan dengan Pemkab Bogor. Kita upayakan besok (Senin, 13/4) sudah mulai sosialisasi dan uji coba,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy usai rapat dengan Bupati Bogor di Pendopo Bupati, Minggu (12/4).

Menurutnya, wilayah utama yang akan diberlakukan PSBB adalah wilayah untuk katagori zona merah. Intinya, meminimalisasi warga dari luar wilayah dan yang berlalu-lalang di dalam zona merah.

Untuk sanksi pelanggar PSBB, Roland menyebut akan mengikuti aturan di atasnya yakni Undang-undang Karantina Kesehatan.

Baca Juga  Akhir November 1.178 CPNS di Kabupaten Bogor Bakal Ikut Seleksi Kompetensi Bidang

“Sanksi mengikuti undang-undang di atasnya, ada di UU Karantina Kesehatan,” terangnya.

Saat ini, setidaknya ada 11 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk zona merah. Yakni Kecamatan Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Ciomas, Ciampea, Kemang, Ciseeng dan Parungpanjang.

PSBB di Kabupaten Bogor lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya covid dengan menghindari agar tidak ada lalu lalang di zona merah.

“Ada kendala untuk Kabupaten Bogor seperti luas wilayah, jumlah penduduk dan ratusan pintu masuk. Petugas tidak mungkin disebar di semua titik. Prioritas wilayah zona merah di 11 kecamatan,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Menurutnya, untuk 29 kecamatan lain di luar zona merah, tetap diberlakukan PSSB. Caranya, dengan mengintensifkan pemantauan di tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan.

Baca Juga  Pemdes Pasirgaok Tingkatkan Infrastruktur

Saat ini, Pemkab Bogor sedang merancang Peraturan Bupati (Perbup) untuk teknis PSBB. Ia berharap aturan itu bisa rampung malam ini sehingga besok, Senin (13/4), sudah bisa disosialisasikan.

Yang jelas, Ade Yasin mengaku PSSB di Kabupaten Bogor tak akan jauh berbeda dengan pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta.

“Perbup lagi dirancang, mudah-mudahan malam ini jadi. Semua sedang dipersiapkan. Kami diberikan waktu dua hari dan hari Rabu akan dilaksanakan di lima wilayah di Jabar bersama-sama,” terangnya.

Terkait bantuan jaring pengaman sosial untuk warga terdampak, Ade Yasin mengatakan masih dalam pendataan. Namun, politisi PPP ini mengaku kesulitan memenuhi bantuan warga terdampak karena jumlah penduduk yang begitu banyak.

Baca Juga  Plt Bupati Bogor Tegaskan Pembangunan Tetap Berjalan Lancar

“Kendalanya pasti ada. Kalau kabupaten Bogor ini kita kan sangat luas, kesulitannya bagaimana kami harus memenuhi kebutuhan warga kategori miskin atau yang memang kehilangan pekerjaan. Di kami juga banyak perusahaan atau pabrik, di situ banyak karyawan. Ini kalau diberhentikan nasibnya gimana dan kalau tidak juga bagaimana,” ungkap Ade Yasin. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *