Konsumsi Sperma Bisa Bikin Kebal Corona? Ini Kata Peneliti LIPI

by -

METROPOLITAN.id – Dunia medis dihebohkan dengan blogger kesehatan, Tracey Kiss, yang mengklaim bisa mencegah dan tidak akan tertular virus corona atau covid-19 karena rutin mengonsumsi sperma. Wanita yang juga instruktur gym itu percaya jika sperma mengandung vitamin C, kalsium dan magnesium.

Sperma yang didapat dari sang pacar tidak cuma dikonsumsi langsung, tapi dicampur dalam racikan smoothie.

“Saya belum pernah pilek atau flu sejak 2017, saya juga pakai di wajah untuk bersihkan kulit. Jadi multivitamin alami yang bisa didapat gratis,” katanya seperti dikutip The Sun, (5/5).

Hal itu pun memancing reaksi dokter dan para peneliti dunia, termasuk di Bogor. Peneliti dan Ahli Bidang Reproduksi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong, Taufiq P Nugraha mengatakan, pihaknya belum pernah melakukan studi penelitian yang mengaitkan sperma dengan ketahanan tubuh, terlebih saat pandemi corona.

Baca Juga  Stok Masker di Apotek Bogor Banyak yang Kosong

Kalau melihat itu, sambung dia, lebih ke arah mitos. Sperma, yang secara penelitian disebut cairan semen, terdiri dari sperma itu sendiri dan cairan seminal plasma. Cairan seminal plasma memang mengandung banyak nutrisi untuk memberikan nutrisi bagi sel sperma itu sendiri.

“Termasuk berbagai jenis hormon dan kandungan mineral. Tetapi dari jumlah juga kan kecil, hanya untuk kebutuhan sel sperma selama penyimpanan dan perjalanan untuk proses pembuahan disaluran reproduksi,” kata Taufiq, Kamis (7/5).

Selain itu, kalau melihat si pembuat pernyataan yang juga merupakan blogger kesehatan dan instuktur gym, pihaknya menduga secara gaya hidup pasti sehat, di luar fakta meminum semen tadi.

Baca Juga  Pasien Corona Meninggal di Kabupaten Bogor Bertambah 5 Orang, Positif Juga Bertambah

Jadi, kata Taufiq, asumsi dia tidak pernah sakit karena mengonsumsi sperma belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan baru tahap mitos serta asumsi. Malah kalau kita tidak tahu kondisi kesehatan sumber spermanya, bisa terkena Sexual Transmitted Diseases seperti klamidia atau Gonore, atau yang sering disebut kencing nanah.

“Kalau istilah di Indonesia itu IMS (Infeksi Menular Seksual, red). Lebih ke mitos karena belum ada pembuktian ilmiah, meskipun secara ada kandungan yg mendukung, tpi kan itu pun ukurannya kecil. Gaya hidup blogger dan instruktur gym juga pengaruh. Misal, kalau saya minum teh tiap hari, tapi saya rajin olah raga dengan diet yang bagus, saya belum bisa klaim bahwa saya sehat karena minum teh. Faktornya banyak,walaupun teh mengandung antioksidan,” pungkasnya. (ryn/b/fin)

Baca Juga  Pesawat Kargo dari China Diperiksa Ketat di Bandara

Leave a Reply

Your email address will not be published.