Proses Klaim JHT Meningkat, BPJamsostek: Pastikan Dokumen Lengkap dan Siap Dihubungi

by -

METROPOLITAN.ID – Pandemi virus corona (Covid-19) mengakibatkan aktivitas usaha di Indonesia terhenti. Banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan atau bahkan melakukan PHK kepada sebagian besar karyawannya.

Hal ini secara tidak langsung berimbas pada peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT), disebabkan banyak dari mereka yang membutuhkan dana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, BPJamsostek berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi para peserta dengan menerapkan protokol Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). Protokol ini diinisiasi sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona. Selain itu BPJamsostek juga melakukan peningkatan kapasitas infrastruktur agar protokol Lapak Asik dapat berjalan dengan optimal.

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menegaskan bahwa dengan dijalankannya protokol tersebut, kantor cabang BPJamsostek di seluruh Indonesia tetap beroperasi. “Aktivitas pelayanan kami tetap berjalan seperti biasa, bahkan kami menambah alternatif cara penyampaian dokumen yang dapat dilakukan melalui elektronik selain penyediaan dropbox yang tersedia di seluruh kantor cabang,” jelas Agus.

Baca Juga  Berkali-kali Nyopet, Perempuan 30 Tahun Tertangkap Basah di Pasar Selasa

Peserta yang ingin mengajuan klaim JHT dipersyaratkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau melalui aplikasi BPJSTKU. Peserta dapat memilih tanggal dan waktu pengajuan, serta kantor cabang terdekat. Setelah mendapatkan nomor antrian, peserta dapat mendatangi kantor cabang pada waktu dan tanggal yang sudah dipilih untuk memasukkan seluruh dokumen persyaratan ke dalam dropbox. Namun jika peserta tidak memungkinkan untuk datang ke kantor cabang, dapat mengirim seluruh scan dokumen tersebut secara elektronik melalui alamat email yang telah ditentukan.

Sejak diperkenalkan pada akhir Maret lalu, telah tercatat 116.973 pengajuan klaim JHT yang dilakukan oleh peserta melalui Lapak Asik.

“Saya menghimbau kepada para peserta untuk lebih teliti dalam mempersiapkan dokumen persyaratan, karena terdapat sekitar 29 persen klaim yang tidak disertai dengan dokumen yang lengkap di antaranya Kartu Peserta, KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Kerja (verklaring), buku rekening yang aktif, foto diri terbaru, formulir pengajuan JHT yang sudah diisi dan ditandatangan, serta NPWP. Apabila dokumen tersebut tidak lengkap, kami tidak dapat memproses (klaim) lebih lanjut,” ungkap Agus.

Baca Juga  Kapolri Ungkap Kekecewaan Saat Kabar Penangkapan Teroris Surabaya Tak Seheboh Bom Sarinah

Selain itu pihaknya juga menambahkan bahwa masih banyak peserta yang belum terbiasa dengan konfimasi data melalui whatsapp/video call. Tercatat dari total 79.481 proses verifikasi, masih terdapat 19 persen peserta yang tidak dapat dihubungi pada proses tersebut. Hal tersebut cukup menyulitkan petugas kami di lapangan untuk mendapatkan data peserta yang valid, yang pada akhirnya berakibat pada proses pembayaran klaim yang tertunda.

“Saya berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti penyesuaian prosedur yang kami lakukan dengan menyertakan dokumen yang lengkap serta bersedia mengikuti proses konfirmasi validitas data apabila diperlukan melalui whatsapp/videocall sehingga klaim dapat berjalan dengan lancar dan cepat”, papar Agus.

Begitu pula yang disampaikan Kepala BPJamsostek Bogor Kota Chairul Arianto, dalam proses pelayanan masih terdapat beberapa kendala yang ditemui saat melakukan proses klaim tersebut, seperti kesulitan saat mengupload data oleh peserta, kekeliruan pengisian data hingga adanya oknum yang bermaksud membantu proses pencairan dengan meminta bayaran kepada peserta.

Baca Juga  Berbenah untuk Piala Dunia U-20, Bupati Bogor Ingin Stadion Pakansari Dilengkapi Akses untuk Disabilitas

kepada peserta untuk mengisi data registrasi khususnya nomor HP dan alamat email secara benar dan valid, agar memudahkan petugas dalam menghubungi peserta dan tidak menggunakan jasa calo dalam proses klaim yang dapat merugikan peserta,” imbau Anto

Anto menegaskan, dalam pengurusan klaim BPJamsostek tidak akan memungut biaya apapun selama proses klaim. Jika memang terdapat kendala atau kesulitan, peserta bisa menguhubungi layanan call center BPJamsostek di 175”, ujar Anto.

“Semoga upaya yang kita lakukan ini dapat berkontribusi positif dalam penanggulangan virus corona ini, dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menghentikan penularan wabah virus corona”, pungkas Chairul Arianto. (*/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *