Boleh Beroperasi, Pengusaha Cafe dan Resto Sepakat Ikuti Aturan Pemkot Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengizinkan pemilik kafe dan resto untuk kembali beroperasi, termasuk menggelar penampilan live music. Dengan catatan, protokol kesehatan penanganan covid-19 mutlak diterapkan, baik di luar maupun di dalam cafe dan resto.

Kepala Satpol-PP Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, tak hanya menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19, sejumlah syarat tambahan juga mesti diberlakukan sesuai hasil kesepakatan paguyuban cafe dan resto Kota Bogor.

“Syarat protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi mereka. Mereka juga harus berkomitmen membatasi jumlah pengunjung untuk mengindari kerumunan hingga memastikan para pemain musik dalam keadaan sehat dan terbebas dari covid-19,” tegasnya.

Beberapa hari lalu, Satpol PP, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor mengumpulkan para pemilik kafe dan resto untuk melakukan kesepakatan bersama.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan para pengusaha. Di antaranya protokol live music sebelum tampil, saat tampil, dan ketika sudah tampil. Paling utama untuk tidak menciptakan kerumunan, para pemain band juga tidak boleh mengajak pengunjung ke depan panggung.

Baca Juga  Dari Celengan Warga, 24 Anak Bisa Khitanan Gratis

“Kami ingin menyepakati dengan semua pengusaha kafe dan resto untuk memegang teguh komitmen mereka dan tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas,” ungkapnya.

Agus memastikan, pengawasan akan tetap berjalan secara berkala untuk memastikan komitmen tersebut diipatuhi dan dijalani dengan baik. Pihaknya memberikan waktu dua hari ini untuk pengelola bersiap menerapkan protokol kesehatan.

Nantinya, jika ketahuan melanggar, sesuai dengan sanksi yang ada dalam aturan PSBB, bukan tak mungkin kafe dan resto itu akan ditutup sementara alias disegel.

Agus juga menyinggung soal rumah karaoke yang saat ini masih belum diizinkan buka. Menurutnya, karaoke memiliki sifat dalam satu ruangan atau room. Sehingga jika kembali lagi pada pencegahan, di dalam room karaoke tidak bisa dipastikan apakah pengunjung melakukan physical distancing atau tidak.

Baca Juga  Ahok Dikabarkan Masuk Islam

“Tapi tadi sudah ada masukan dari pengusaha karaoke dengan mengubah kapasitas room. Misalnya room kapasitas 10 orang diisi hanya 4 orang saja. Ini nanti akan kita bahas dengan tim Gugus Tugas, masukan dari pengusaha sudah kita tampung semua, tinggal kita bahas dengan instansi terkait lainnya,” terangnya.

Aturan tersebut disambut baik Ketua Paguyuban Kafe dan Resto Kota Bogor, Erik JW. Menurutnya, selama ini pengusaha kafe dan resto selalu menunggu kebijakan-kebijakan pemerintah. Apalagi mereka yang sudah menjerit karena usahanya tutup. Meskipun di sisi lain, pihaknya ingin karaoke segera dibuka dengan protokol kesehatan.

“Dari awal PSBB saja paguyuban sudah berkordinasi dengan aparat terkait. Kita paguyuban sekarang anggota 16 dari total 60. Protokol kesehatan yang digunakan sekarang ini ada sebagian usulan dari kita. Kita juga ingin hidup dengan cara yang tidak melanggar,” kata Erik.

Baca Juga  Ini Makna Logo HJB 539 ala Kota Bogor

Saat ini, sudah ada titik temu antara pengusaha dan Pemkot Bogor. Namun jika ada oknum atau beberapa pengusaha yang melanggar komitmen, akan berdampak bagi semua pengusaha.

Untuk itu, Erik mendukung Pemkot Bogor menindak para pengusaha nakal yang mengabaikan kesepakatan bersama ini. Bahkan, sanksi teguran dan administrasi bakal diberikan jika ada oknum yang melanggar aturan dan kesepakatan bersama ini.

“Kita berpelu – pelu untuk buka dengan aturan yang ada, itu beratnya minta ampun. Kalau sampai ada yang melanggar harus ditindak, saya sepakat dengan peringatan itu. Kita juga akan membantu Pemkot Bogor dalam pengawasannya. Entah itu kita lakukan teguran secara lisan atau teguran secara tertulis,” tutupnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *