Buka Tiga Kali Seminggu, Distribusi sampai ke Luar Negeri

by -

Sejak pandemi Covid-19, aktivitas jual-beli di sejumlah pasar terganggu. Tak terkecuali di Pasar Ikan Hias Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Pasar yang terkenal se-Jabodetabek dan jadi potensi ekonomi unggulan di Parung itu tak lepas dari sosok H Asmarudin alias Damo. Siapakah dia?

Damo merupakan warga asli Parung. Dulunya pedagang ikan dan mantan ketua RT di Kampung Jati. Pada 2005, ia menampung seluruh pedagang yang 60 persennya merupakan warga setempat untuk mendi­rikan sebuah pasar milik pri­badi yang bernama ’Pasar Ikan Hias Parung’. Pasar ini memi­liki luas sebesar 800 meter persegi yang pada awal pen­diriannya pun dijalankan dengan sistem retribusi sebe­sar Rp2.000 per hari untuk biaya pembangunaan bale.

”Pasar Ikan Hias Parung bisa membangkitkan tingkat eko­nomi warga di sini, alasannya karena di pasar ini terdapat banyak pedagang kecil, jasa layanan parkir, jasa toilet, lapak sewa, ojek, juru angkut barang, mobil angkutan dan efek lain­nya yang bisa menjadi magnet ekonomi untuk memperbaiki ekonomi setempat,” tuturnya.

Damo juga mendirikan Ko­perasi Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Parung (KPPIH). Harapannya bisa jadi kekua­tan dan penggerak ekonomi masyarakatnya sendiri dalam menciptakan lapangan kerja. Koperasi ini didirikan pada 2016 dengan modal awal sebesar Rp15 juta. ”Koperasi perikanan harus menjadi peluang dalam menjalankan usaha seluas-luasnya guna meningkatkan kesejahteraan para tani ikan di Kecamatan Parung”, ujarnya.

Saat ini, Pasar Ikan Hias Parung yang berada dibawah naungan Koperasi KPPIH memiliki jum­lah pedagang sebesar 400 orang dengan jumlah lapak 270. Da­lam sepekan, pasar ikan hias ini hanya buka tiga hari yakni, Senin, Kamis, dan Sabtu. Ada­pun pasar ini mulai dibuka pada pukul 12:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB. ”Pen­gunjung yang berdatangan kesini ya ga cuma warga parung, ada juga yang berasal dari dae­rah jauh seperti Bandung, Lampung, maupun Bengkulu,” katanya.

Untuk pendistribusiannya, ikan hias yang berasal dari Pa­sar Ikan Hias Parung ini telah merambah ke mancanegara seperti halnya negara Malaysia, China, Jepang, dan Filipina. “Total perputaran uang yang dihasilkan oleh pasar ini bisa mencapai Rp5 milliar setiap harinya,” pungkasnya. (kps/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *