Emil Tawarkan Proyek Investasi Rp700 Triliun

by -

METROPOLITAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa Kang Emil, mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menawarkan 209 proyek investasi dengan total nilai kurang lebih Rp700 triliun.

“Karena jumlah penduduk Jabar mencapai 50 juta orang, kami butuh infrastruktur yang lebih besar. Namun dana kami tidak cukup,” kata Emil, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal itu dikatakan Emil saat memberi keynote speech dalam acara MarkPlus Government Roundtable Series Covid-19: New, Next, Post, di Gedung Pakuan Bandung.

Emil menambahkan, mayoritas proyek tersebut berkaitan dengan infrastruktur di bidang transportasi seperti Light Rail Transit (LRT), serta proyek permukiman dan perumahan warga.

“Total nilai investasi kurang lebih Rp700 triliun untuk 60 proyek transportasi, 36 proyek air, 30 proyek permukiman dan perumahan, 21 proyek LRT dan lain-lain,” beber Emil.

Dengan 209 proyek investasi yang ditawarkan kepada dunia, Jabar berupaya meningkatkan ekonomi sekaligus pembangunan demi kesejahteraan warganya.

“Tahun lalu sebelum pandemi, nilai investasi ke Jabar sudah Rp137,5 triliun, yang berasal dari Hyundai Rp40 triliun, petrokimia dari Taiwan lebih dari Rp100 triliun dan Amazon belasan triliun,” jelas Emil.

Tak hanya investasi dalam bentuk proyek, lanjut Emil, Jabar juga membuka pintu investasi pada sektor industri. Saat ini, Pemprov Jabar telah menyiapkan sebelas kota dengan new high technology zone alias kota dengan zona teknologi tinggi untuk industri yang akan ditawarkan kepada sebelas investor.

Kota yang dimaksud adalah Pelabuhan Patimban (Subang), Aerocity (Bandara Kertajati Majalengka), kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang- Majalengka) dan Ciayumajakuning (Cirebon- Indramayu-Majalengka-Kuningan).

Untuk investasi-investasi yang ditawarkan, Emil mengaku pihaknya mencoba menghindari proyek investasi lewat pinjaman dan lebih memilih skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) alias public private partnership. Pada skema tersebut, investor (private) memfasilitasi sarana dan prasarana pembangunan proyek untuk kemudian dibayarkan oleh pemerintah (public).

“Kami bisa menerima cash seperti municipal bond, obligasi daerah, maupun pinjaman bank. Tapi karena repot dengan proses lelang dan pembangunan, Pemprov Jabar lebih menyukai konsep KPBU,” ujar Emil.

Emil pun mencontohkan beberapa proyek berkonsep public private partnership yang sudah siap dikerjakan.

“Yang siap adalah waste to energy senilai Rp100 triliun, water treatment plant, juga LRT Bandung Raya,” pungkasnya. (*/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *