Manggung di Tengan Pandemi, Polisi Bakal Panggil Rhoma Irama dan Penyelenggara

by -

METROPOLITAN.id – Penampilan raja dangdut Rhoma Irama di acara khitanan warga di Desa Cibuniang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (29/6), berbuntut panjang.

Kepolisian berencana memanggil pihak terkait seperti penyelenggara hingga Rhoma Irama untuk menyelidiki acara yang digelar di tengah pandemi virus corona tersebut.

Padahal, Pemkab Bogor sudah mengirimkan surat peringatan agar tidak tampil diatas panggung sebelum hari-H.

Saat itu, Rhoma Irama pun memberikan keterangan lewat video singkat yang menyatakan pembatalan konsernya di Pamijahan.

Namun nyatanya, ‘konser’ tetap berlangsung dengan kerumunan massa dan telihat tanpa menerapkan protokol kesehatan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

“Kami sudah berikan laporan bahwa itu dilarang, surat juga sudah ada, kita sudah datang ke lokasi. Mereka juga bilang tidak akan melaksankan pertunjukan, termasuk pernyataan dari Rhoma Irama tidak akan melaksanakan pertunjukan. Ya kita percaya itu, ternyata pada hari H, mereka tetap tampil, lebih dari dua lagu ya bisa dibilang pertunjukan kan. Malah dengan banyak artis lain,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, usai rapat koordinasi bersama Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi di Pendopo Bupati Bogor, Senin (29/6).

Ia pun mengaku kecewa dan marah serta merasa kecolongan lantaran sudah percaya dengan komitmen sebelum hari-H, namun kenyataannya berbeda. Belum lagi, penyelenggaranya merupakan tokoh setempat sehingga tidak ada alasan untuk tidak mempercayai komitmen soal tidak akan melakukan pertunjukan.

“Kita percaya, apalagi itu tokoh yang bilang. Ternyata jadi juga. Saya minta ditindak-lanjut, mulai dari teguran, lalu pemanggilan. Kalau ada melanggar aturan, kita akan proses dengan benar,” terangnya.

Menurut Ade Yasin, pemanggilan bakal dilakukan kepada semua pihak yang bertanggungjawab, mulai dari tuan rumah hingga artis yang datang dan mengisi acara tersebut. Ia pun bakal berkoordinasi dengan Kapolres Bogor terkait hal ini.

“Kita lihat bedah kasus dengan Kapolres dulu. Kita lihat siapa yang tanggung jawab. Kalau memang ada pelanggaran, kita proses hukum. Pelanggarannya ini PSBB yaa. Ada ancaman hukuman sanksi. Itu nanti berdasarkan pemeriksaan pada pemanggilan semua orang,” tegas Ade Yasin.

Di tempat yang sama, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengaku pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang hadir di sana, mulai dari penyelenggara hingga para artis yang datang.

Ia pun agaknya merasa kecolongan karena imbauan yang disampaikan beberapa hari sebelumnya malah tidak diindahkan.

“Ada dukungan dari Kapolda dan Pangdam, mendukung Gugus Tugas melakukan tugas sebagaimana mestinya. Kalau ada pelanggaran, kita tindak. Pelanggarannya, kita lihat setelah pemeriksaan. Secepatnya lah kita panggil,” ujarnya.

Roland menjelaskan, jika konser itu mengacu pada pencabutan Maklumat Kapolri, bukan berarti semua kegiatan bisa dilakukan secara normal,

“Bukan berarti bebas, bolehkan kerumunan, tanpa protokol kesehatan. Apalagi itu (Pamijahan) masuk zona merah Covid-19 juga,” tandasnya. (ryn/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *