Ojol di Bogor Masih Belum Boleh Angkut Penumpang

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menganggap pengoperasian kembali transportasi daring roda dua atau ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang masih terlalu beresiko.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, sesuai Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 44 Tahun 2020 atas perubahan Perwali Kota Bogor Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, tersirat tentang aturan mengenai physical distancing atau jaga jarak.

Artinya, bila ojol kembali mengangkut penumpang, tak ada lagi jarak.

“Bila ojol kembali mengangkut penumpang, maka tak ada lagi jaga jarak. Kita masih menegakkan aturan jaga jarak. Karena di Perwali 44 itu kan kita berlakukan sosial dan physical distancing,” kata Dedie usai pembahasan secara virtual bersama pihak Gojek Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (08/06).

Baca Juga  Hati-hati, Sebar Hoaks Corona Bakal Ditindak Tegas

Meski demikian, Dedie mengaku pihaknya tetap akan mempertimbangkan dan membahas lebih lanjut bersama para pihak terkait agar layanan transportasi ojol bisa melakukan pengangkutan penumpang.

Dalam pembahasan tersebut, Dedie menyebut pihak Gojek telah menyampaikan kesiapan layanannya untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan virus corona di Kota Bogor.

Pertama, Gojek telah memiliki Posko Aman di lima wilayah yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor. Di posko tersebut, setiap driver mendapat pelayanan kesehatan yang mengacu pada Protokol Covid-19 mulai dari pengecekan suhu, penyemprotan desinfektan pada kendaraan, hingga pemberian hand sanitizer.

Kedua, pihak Gojek sedang mempertimbangkan dalam menyediakan layanan hairnet pada helm untuk penumpang. Atau, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri.

Baca Juga  Gerakan Warga Lawan Covid-19, Bagikan Sembako dan Masker Gratis

Selain itu, Dedie menyebut, Gojek sedang merancang inovasi untuk membuat dinding pembatas antara penumpang dengan driver. Sehingga, penumpang merasa aman dan nyaman karena tidak langsung bersentuhan fisik.

“Ada pembatasnya dalam bentuk akrilik. Ini nantinya bisa lebih memberikan keamanan dari sisi penumpang tidak langsung bersentuhan dengan tubuh dari driver,” tandas Dedie.

Saat ini, DKI Jakarta sudah mulai membolehkan ojol mengangkut penumpang. Ketentuan itu diatur dalam Surat Keputusan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020 tentang pengendalian sektor transportasi dalam rangka pencegahan Covid-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *