Pencairan Dana Transfer Berbasis Kinerja

by -

METROPOLITAN – Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keu­angan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengaku pemerin­tah terus memperbaiki skema pemberian dana transfer pusat ke daerah.

Ia menjelaskan alur pem­berian anggaran kepada daerah, seperti Dana Alo­kasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa (DD), me­nyesuaikan dengan aturan dan kebutuhan masing-masing pemerintah daerah.

”Dari semua bentuk dana transfer daerah, sudah ba­sed on formula. Namun, reformasi kebijakan me­mang membidik pembe­rian berdasarkan perfor­mance (kinerja, red),” katanya dalam sesi Webinar yang diselen­ggarakan Bank Dunia (World Bank), Selasa (23/6).

Ia menyebut ada tiga tahapan yang ha­r u s dilalui sebelum pemerintah pusat mencairkan dana untuk daerah. Pertama, tahap teknoratik di mana Kementerian Keuangan m e n ­ghitung asumsi RAPBN dan pemerintah daerah menyerahkan pro­posal untuk penggunaan anggaran tertentu.

Kedua, anggaran dana transfer daerah akan diba­has bersama DPR atau masuk dalam proses politik. ”APBN itu hasil proses po­litik bersama pemerintah dan DPR ditetapkan bentuk undang-undang. Setelah disetujui, anggaran bisa diimplementasikan kepada masing-masing pemda,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melayangkan protes kepada pemerintah pusat terkait dana transfer daerah. Menurutnya, alokasi dana untuk daerah saat ini tidak dibagikan secara adil dan rentan dengan keputusan politik. Ia memberi contoh anggaran DD untuk Pro­vinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Dengan total jumlah penduduk 48 juta jiwa, Jawa Barat menerima Rp71,6 triliun. Sementara itu, Jawa Timur mendapat RpRp79,3 triliun dengan jumlah pen­duduk yang lebih sedikit dibandingkan Jawa Barat.

”Saya ingin ungkapkan persoalan yang dialami pembagian dana trans­fer pusat ke daerah tidak adil. Perbedaan (antara yang didapat Jabar dan Jatim, red) Rp7,6 triliun. Saya harus mengelola lebih banyak pen­duduk, tetapi dengan dana yang lebih se­dikit,” katanya. (bis/ feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *