Pengabdian Dosen IPB University tidak Berhenti

by -

METROPOLITAN – Seorang dosen tidak hanya memberikan kuliah online bagi para mahasiswa. Seperti dilakukan Wiyoto, dosen IPB University dari Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Sekolah Vokasi.

Dia melakukan kegiatan bersama warga masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan bersama tersebut juga diisi diskusi seputar cara budidaya ikan yang baik melalui WhatsApp dan mempraktikkannya.

Kegiatan dilakukan bersama tiga warga yang berdekatan di Bukit Cimanggu City RT 05/XIV, Cibadak, Tanahsareal, Kota Bogor. Mereka berusaha memanfaatkan lahan untuk kegiatan budidaya ikan. Mulai dari persiapan wadah produksi dengan membuat bak terpal secara mandiri.

“Bak terpal disesuaikan bentuknya dan luasannya berdasarkan lahan yang ada. Bak terpal ini juga relatif murah dan mudah dalam perawatan,” kata Wiyoto.

Jenis ikan yang dipelihara adalah ikan nila, lele dan patin secara monokultur. Selain monokultur dapat juga dikombinasikan dengan sistem akuaponik. Sistem akuaponik adalah kombinasi antara kegiatan akuakultur dengan hidroponik. Yaitu limbah hasil metabolisme ikan maupun sisa pakan yang telah terdekomposisi dapat diserap oleh tanaman sebagai pupuk.

Selain itu, akuaponik sudah banyak dipraktikkan masyarakat umum, mudah ditiru dan diaplikasikan masyarakat luas. Sistem yang ramah lingkungan ini juga membuat warga tidak terlalu disibukkan dengan pergantian air karena kualitas air akan terjaga meskipun sedikit atau jarang dilakukan pergantian air.

Menurutnya, kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga sebagai pengisi waktu di sela-sela kegiatan di rumah. Memberikan pengetahuan baru dan sebagai salah satu cara terhindar dari “cabin fever”.

Salah satu warga setempat yang terlibat kegiatan, Tomi, mengatakan bahwa pemanfatan lahan untuk budidaya ikan dan sayur merupakan kegiatan yang sangat positif. Ia mengaku, sebelumnya hanya mendengar adanya budidaya model seperti ini dan sekarang dapat terjun langsung serta merasakan manfaatnya meskipun baru mencoba selama satu bulan.

Menurut Tomi, pertumbuhan ikan nila cukup baik dengan sintasan kurang lebih 99 persen selama satu bulan pemeliharaan. Selain memelihara ikan, Tomi bersama Tri dan Yudi juga mencoba akuaponik dengan berbagai jenis sayuran yaitu kangkung, selada, pakcoy dan sawi.

Sistem akuaponik yang dibuat bersama beberapa warga sekitar tempat tinggal juga memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik dan talang air, maupun dengan membuat konstruksi baru. Selain bermanfaat sebagai selingan kegiatan di masa pandemi Covid-19, kegiatan seperti ini dapat terus berjalan bukan hanya saat pandemi.

Kegiatan itu diapresiasi Ketua Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Sekolah Vokasi, IPB University, Irzal Effendi. Menurutnya, aktivitas Wiyoto sangat strategis dan taktis dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda berbagai sendi kehidupan, baik kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan politik.(sid/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *