Saudi Buka Haji 2020, Bogor Nggak Dapat Jatah

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan pelaksanaan ibadah Haji 1441 Hijriah/2020 Masehi meski pandemi virus corona belum mereda.

Seperti dilansir akun Twitter resmi Kementerian Haji Saudi @HajMinistry, ibadah tersebut dilakukan dengan jumlah jamaah terbatas.

Sayangnya, kuota terbatas tersebut rupanya tidak ada jatah untuk jamaah haji asal Indonesia, termasuk untuk calon jamaah haji asal Kabupaten Bogor.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada kantor Kemenag Kabupaten Bogor H.M Ma’sum mengatakan, sesuai rangkuman pernyataan kementrian Arab Saudi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia, bahwa memang ada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Namun, dengan jumlah yang sangat terbatas.

Baca Juga  Renovasi Ratusan Sekolah, Disdik Siapkan Dana Rp260 M

“Untuk tahun ini seluruh Indonesia tidak ada pemberangkatan jamaah. Sesuai siaran pers Kemenag yang lalu. Adapun pelaksanaan ibadah haji tahun ini, hanya untuk lokal Saudi Arabia dan ekspatriat yang ada di sana,” katanya kepada Metropolitan, Selasa (23/6).

Ia menambahkan, ibadah haji bisa diikuti ekspatriat yang telah bermukim di Arab saudi dengan jumlah sangat terbatas.

Menurutnya, keputusan tersebut mempertimbangkan masih adanya pandemi dan resiko penyebaran virus corona di seluruh negara.

Pembatasan jumlah itu, untuk menjamin keamanan dan keselamatan dengan menerapkan semua langkah pencegahan penyebaran virus corona demi melindungi setiap orang dari resiko terjangkitnya wabah, serta merujuk kepada ajaran islam yang mengutamakan keselamatan umat.

Baca Juga  Padat, 41 Ribu Lebih Kendaraan Masuk ke Puncak Bogor

“Jadi walaupun ada perubahan kebijakan dari Saudi, tapi belum merubah keputusan bahwa Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor, ada kuota keberangkatan. Tetap mengacu siaran pers Kemenag yang lalu,” paparnya.

Sebelumnya, Kabupaten Bogor mempunya i kuota calon jamaah haji untuk keberangkatan tahun 2020 sebanyak 3421 orang, ditambah kuota lansia sebanyak 98 orang, sehingga total 3519 orang.

“Dari jumlah itu, yang sudah melunasi di tahap pertama sebanyak 3.212 orang dan melunasi tahap kedua sejumlah 476 orang,” tuntas Ma’sum. (ryn/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.