TKSK Ciawi tak Tahu Perusahaan Penyedia BPNT

by -

METROPOLITAN – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terang-terangan mengungkapkan soal ketidaktahuannya mengenai perusahaan yang diberi kewenangan dalam mendistribusikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pendamping TKSK Ciawi, Yoyoh, mengatakan, pihaknya tidak pernah diberitahu soal perusahaan yang mengirim barang ke agen untuk disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM). ”Kalau ibu mah pendamping cuma nanya- nanya saja, dari PT apa, tapi nama PT-nya kurang hafal,” jelasnya.

Idealnya, menurut Yoyoh, perusahaan yang mengirim barang harus siap jika terjadi protes oleh KPM. Apalagi jika barang yang dikirim tidak sesuai standar, seperti busuk atau jelek. Ia pun hanya bertugas memastikan barang yang diterima KPM berkualitas baik dan layak. ”Selama ini KPM sendiri suka diambil saja, karena mau buru-buru,” paparnya.

Untuk uang gesek Rp10.000, sambung dia, diambil dari nominal Rp200.000 per KPM. Uang tersebut diberikan kepada agen yang ditunjuk. ”Uang itu hanya untuk agen. TKSK hanya mengetahui nominalnya berapa dan tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Eka yang pernah terlibat dalam pemyaluran BPNT di Desa Cibedug 2019 secara terang-terangan mengungkapkan, uang gesek waktu itu sekitar Rp4.000 rupiah. Itu pun habis untuk biaya kuli panggul. ”Dana Rp4.000 itu sangat minim, jadi dikelola agen. Biasanya untuk bayar upah kerja turunin barang,” tandasnya. (ash/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *