257 Kecamatan di Jabar Boleh Gelar KBM Tatap Muka

by -

METROPOLITAN – Sejum­lah sekolah tingkat SMA/SMK dan sederajat di Jawa Barat segera melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. Sekolah itu terletak di 257 kecamatan yang berada di zona hijau dalam level ke­rentanan terhadap penyeba­ran Covid-19.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, ratusan kecamatan itu adalah wi­layah yang selama ini tidak terkontaminasi Covid-19. Sehingga risiko penyebaran virus di wilayah tersebut di­nyatakan minim.

”Pendidikan mulai dibuka di 257 kecamatan, tidak akan berbasis kota/kabupaten ka­rena terlalu luas. Kecamatan-kecamatan ini yang dari dulu sampai sekarang tidak ada kasus jadi hijaunya murni,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil, Selasa (28/7).

Dia mengatakan, syarat se­buah kecamatan dinyatakan sebagai zona hijau adalah ketika dalam tiga bulan ber­turut-turut secara konsisten tidak memiliki kasus Covid-19. Sekolah yang dibuka didahu­lukan dari jenjang pendidikan tertinggi.

”Syarat jadi hijau adalah dari awal tidak ada kasus atau ada kasus tapi dalam 3 bulan sudah kosong. Yang didahu­lukan adalah yang usia logi­kanya sudah baik, yaitu SMA dan SMK,” ungkapnya.

Setelah evaluasi KBM tatap muka di tingkat SMA dan se­derajat dilakukan, tambah Emil, tingkat pendidikan se­lanjutnya bisa dibuka bertahap. ”Setelah 7-14 hari tidak ada masalah, baru ke level SMP. Nanti SMP sudah terkendali, baru masuk ke SD,” ungkapnya.

Emil menyebutkan, sekolah yang akan melaksanakan KBM tatap muka harus memenuhi syarat protokol kesehatan. Sekolah yang dinilai belum siap menerapkan protokol tersebut belum akan diizin­kan beroperasi.

”Kelas dikurangi 50 persen, sesuai aturan ada yang Senin- Rabu, gantian dengan Kamis, Jumat dan Sabtu,” ungkapnya. ”(KBM tatap muka) Dimulai sesiapnya mereka. Dicek dulu, wasitnya dari kamu. Ka­lau sudah di zona hijau tapi belum siap, ya belum boleh,” tuturnya. (mer/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *