Denda Dihapus, Warga Gunungputri Antusias Bayar PBB

by -

METROPOLITAN – Pan­demi Covid-19 di Kabupaten Bogor tak melulu membuat surut pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pajak Gunungputri mengaku pro­gram penghapusan denda sebesar 10 persen dari Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memicu minat masy­arakat tetap membayar pajak meski dalam situasi pandemi.

Kepala UPT Pajak Gunung­putri, Rani Siti Nur Aini, me­nyebut meskipun harus antre dengan mengingat protokol kesehatan, masyarakat tetap antusias dengan antrean sejak 1 Juli 2020 itu. Dalam satu hari saja, menurutnya, pen­capaian bisa seribu sampai 1.500 Surat Tanda Terima Setoran (STTS). “Dari sana mulai meningginya permin­taan pelayanan mobil keliling,” katanya.

Tingginya permintaan dari warga untuk UPT mengadakan layanan Mobil Keliling pun meningkat. Dua wilayah kerja UPT Pajak Gunung­putri, yakni Kecamatan Gunungputri dan Cileungsi, khususnya PBB, dalam satu hari dapat mencapai target Rp500 juta.

Ia mengakui di masa pan­demi ini UPT Pajak Daerah Gunungputri secara keseluru­han memiliki target kurang-lebih Rp180 miliar. “Kota wisata contohnya mencapai target Rp500 juta. Di desa-desa juga misalnya bisa men­capai Rp50 sampai Rp80 juta per sekali kegiatan mobiling (Mobil Keliling, red),” ujarnya.

Ia menilai kebijakan bu­pati Bogor dalam penghapu­san 10 persen pajak di masa pandemi ini menjadi pemicu peningkatan tersebut. Masy­arakat lebih merasa ringan di masa-masa sulit seperti saat ini. “Penghapusan sank­si administrasi dan pengu­rangan ketetapan 10 persen itu tadi. Ini solusi terbaik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor melalui Badan Peng­elolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) terdapat diskon PBB dan Bangunan Perko­taan Perdesaan (PBB P2) yang telah disusun sejak Juni lalu. Program tersebut digadang pemerintah menekan dampak Covid-19 kepada perekono­mian. (reg/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *