Denda tak Pakai Masker Mulai Berlaku di Jabar

by -

METROPOLITAN – Penera­pan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan sudah dimulai. Kebijakan ini ber­laku tak hanya untuk individu, tetapi juga di skala kegiatan masyarakat, sektor transpor­tasi, kegiatan usaha hingga ruang publik.

Kebijakan pemberian sank­si dan denda ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Pemba­tasan Sosial dan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penang­gulangan Covid-19.

Dalam Bab I Pasal 3 tertulis bahwa pengenaan sanksi ad­ministratif bertujuan melin­dungi masyarakat dari penye­baran dan penularan Covid-19. Selain itu, aturan ini meru­pakan upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat seka­ligus pemilik pengelola usa­ha dalam menerapkan pro­tokol kesehatan sekaligus memberi efek jera bagi para pelanggar.

Dalam Bab II berkaitan je­nis pelanggaran untuk pero­rangan, dalam Pasal 4 di antaranya tidak mencuci tangan, tidak mengenakan masker di ruang publik, tidak menjaga jarak. Kemudian pengemudi kendaraan pri­badi atau penumpang tidak mengenakan masker atau tidak mengurangi kapasitas mobil. Ini pun berlaku untuk pengendara motor.

Sedangkan jenis pelangga­ran bagi pemilik, pengelola kegiatan atau usaha adalah tidak menyediakan sarana cuci tangan, membolehkan pengunjung datang meski tanpa masker, tidak mewa­jibkan karyawan mengenakan masker, tidak menerapkan aturan jaga jarak hingga tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Selain itu, pelanggaran ber­laku bagi mereka yang melaks­anakan kegiatan hingga me­nyebabkan kerumunan me­lebihi kapasitas level kewas­padaan. Kemudian melakukan kegiatan keagamaan di rumah atau tempat ibadah tanpa me­nerapkan protokol kesehatan.

Jenis sanksi administratif bagi para pelanggar di anta­ranya meliputi teguran lisan, teguran tertulis, jaminan kartu identitas, kerja sosial, denda administratif, peng­hentian sementara kegiatan hingga penghentian secara tetap atau pembekuan izin usaha.

”Minggu ini sudah dimulai (penerapan sanksi dan denda, red). Pergub sudah ditanda­tangani terkait pelanggar protokol kesehatan,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (28/7).

Besaran denda bagi para pelanggar di kisaran Rp100.000 sampai Rp500.000. Hanya saja selama sepekan ke depan ia menyebut fokus pada edu­kasi kepada masyarakat. Pengawasan dilakukan Satpol PP dibantu Polri dan TNI. (bis/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *