DKPP Jamin Beras Bansos yang Jelek Bisa Ditukar

by -

METROPOLITAN – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S Rasmana, menegaskan warga dapat menukar jika bantuan sosial (bansos) ber­upa beras yang telah diterima dan berasal dari DKPP memi­liki kualitas produk yang kurang bagus.

”Jadi saya sudah mengum­pulkan lurah, kalau ada kom­plain atau tidak sesuai, silakan adukan melalui kelurahan. Nanti segera diganti oleh Perum Bulog dan sampai saat ini ma­sih kita buka,” katanya.

Anas menjelaskan dasar penyediaan cadangan beras pemerintah berdasarkan In­struksi Presiden Nomor 5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, huruf Ketiga dan Kelima bahwa pengadaan beras dilakukan dengan Perum Bulog. “Jadi harus melalui Bulog, tidak boleh ke yang lain,” jelasnya.

Selain itu, ada Pergub Nomor 37/2017 tentang Penyediaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pokok Daerah di Pasal 9 Bab Penyediaan bahwa Peny­ediaan Beras Dilakukan Perum Bulog. Keputusan Direksi Bu­log No KD-411/DK000/02/2020 tentang harga jual beras me­dium untuk Lembaga/Pemerin­tah ditetapkan sebesar Rp10.543 per kilogram. “Jadi sama harus melalui Perum Bulog. Harga juga sudah diatur, sama se­perti di Cianjur, Bogor, Jakar­ta,” sebutnya. Ia mengaku pi­haknya tahun ini mengang­garkan penyediaan cadangan beras pemerintah sebesar Rp140 juta untuk sekitar 1.400 kilogram beras. Pendistribu­sian dimulai sejak 19 Mei sam­pai awal Juni. “Semuanya sudah selesai dan habis dise­rap masyarakat. Ini anggaran­nya dari DPA 2020, bukan dari BTT,” tuturnya. Sampai terakhir distribusi kepada ma­syarakat, jelas Anas, tidak ada komplain, termasuk di Kelu­rahan Ciparigi sesuai laporan dari Lurah Ciparigi bahwa tidak ada keluhan dari masy­arakat. “Bantuan beras ini hanya bantalan saja yang di­pergunakan untuk RW Siaga Corona, Dapur Umum dan perorangan yang benar-benar membutuhkan,” katanya. (*/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *