Ini Aturan Penjualan dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Corona

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor memastikan hewan kurban unruk Hari Raya Idul Adha harus dalam kondisi baik. Tak hanya bagi hewan, penjual serta petugas pemotongan hewan jug wajib bebas dari virus corona atau covid-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan, hewan kurban seperti sapi atau kambing yang didatangkan dari luar Kota Bogor wajib memiliki surat keterangan sehat kurban.

“Surat itu yang mengeluarkan adalah daerah asal. Misalnya hewan dari Bali atau Madura, dokter dari sana yang harus mengeluarkan surat itu. Petugas dan penjual dari luar kota juga harus rapid test,” kata Anas, Senin (6/7).

Sejauh ini, baru satu penjual hewan kurban yang sudah melaksanakan protokol tersebut.

Selain itu, protokol lainnya di tempat berjualan hewan kurban harus diterapkan. Seperti physical distancing, menyiapkan sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

Teknis pemotongan hewan kurban juga akan berubah, namun tak mengurangi substansi dan makna pada pemotongan kurban sesuai syariat agama. Seperti tidak boleh saling meminjam alat potong hewan kurban hingga petugas kurban harus menyiapkan baju ganti usai pemotongan hewan selesai dilakukan.

Para pembeli juga tidak luput dari perhatian. Mereka disarankan tidak membeli lansung di tempat. Melainkan, dikolektif secara massal oleh masing – masing Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

“Jadi tidak ada jamaah yang beli, kalau bisa dikelola DKM, diakomodir,” tegasnya.

Saat ini, Anas mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pakar epidemiologi terkait dengan potensi penyebaran covid-19 melalui hewan kurban ini.

Selain pakar, instansi dari lurah dan kecamatan juga dilibatkan dalam kajian. Terutama seluruh DKM yang ada di Kota Bogor.

“Untuk rumah atau daerah pemotongan hewan kurban itu juga sudah kita berikan aturan. Misalnya hanya menggunakan empat kali tasyrik (pemotongan). Itu untuk mengurangi kerumunan. Nanti setelah kurban selesai bisa diantar, jadi warga tidak perlu mengambil,” jelasnya. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *