Insentif Tenaga Medis Dapat Tambahan Rp10,7 M

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Provinsi Jawa Barat (Pem­prov Jabar) mendapatkan tambahan dana Rp10,7 mi­liar untuk insentif tenaga medis yang terlibat penanggulangan corona (Covid-19). Totalnya menjadi Rp33 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Jabar Ber­li Hamdani mengatakan, dana bantuan operasional kesehatan Rp10,7 miliar dari Kementerian Kesehatan atau pemerintah pusat tersebut akan digunakan untuk mem­berikan insentif kepada te­naga medis yang terlibat penanganan Covid-19. “Dana itu sudah kita terima, sece­patnya akan kita cairkan,” kata Berli, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan sudah ada alokasi dana Rp23 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar untuk insentif tenaga kesehatan yang terlibat penanganan Covid-19. “Se­hingga total (dana, red) in­sentif untuk nakes di Jabar sekitar Rp33 miliar,” imbuh­nya.

Ia menyebut ada sekitar 41.000 tenaga medis yang terlibat dalam penanggu­langan pandemi Covid-19. Mereka akan menerima in­sentif dari pemerintah di Jabar. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita sudah ada kepastian,” harap Berli mengenai pencairan insentif untuk tenaga medis.

Sebagaimana yang disam­paikan Presiden Joko Widodo, insentif dari pemerintah bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 besarnya Rp15 juta untuk dokter spesialis. Lalu Rp10 juta untuk dokter umum, Rp7,5 juta untuk perawat dan bidan, dan Rp5 juta untuk tenaga medis lainnya. (ps/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *