Kecil-kecil Jualan Ganja

by -

Entah apa yang ada di benak RMH. Remaja asal Bogor itu kecil-kecil jadi penjual narkoba. Bocah 15 tahun itu bersama kedua rekannya, FR dan SN, kedapatan memiliki 578 gram ganja.

KASUS ini terungkap saat Polres Bogor menggelar jum­pa pers hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkoba selama periode Juni 2020, di halaman Mako Polres Bogor, kemarin. RMH dan kedua re­kannya diamankan di Kampung Tengek, Desa Cimandehilir, Kecamatan Caringin, pada Rabu (24/6).

“Ini salah satu kasus yang menonjol dari 15 kasus yang berhasil kita ungkap. Pengedar ganja di bawah umur berini­sial RMH ini diamankan dengan barang bukti ganja seberat 178 gram,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Setelah dilakukan peng­embangan, jelasnya, terdapat dua tersangka lain yang ber­hasil diamankan, dengan ini­sial FR dan SN. Total dari tangan ketiga pelaku, pihaknya ber­hasil mengamankan 578 gram ganja.

Di sisi lain, Roland mengaku pihaknya berhasil mengungkap 14 kasus dengan 16 tersangka lainnya. Di mana secara ke­seluruhan barang bukti yang berhasil diamankan berupa 70,39 gram sabu, 16,2 kg gan­ja dan 11,8 gram tembakau sintetis. “Pengungkapan kasus narkoba ini kami lakukan se­lama periode Juni 2020,” be­bernya.

Ke-16 tersangka yang berha­sil diamankan yakni JJ dan RE diamankan di Kecamatan Leuwisadeng, dengan barang bukti 13,4 kg ganja, pada Se­lasa (30/6); tersangka RY dan HA berhasil ditangkap pada Rabu (3/6) di Kecamatan Ci­leungsi, dengan barang bukti 35,4 gram sabu.

Kemudian tersangka AA ber­hasil ditangkap di Kecamatan Cibinong pada Senin (15/6), dengan barang bukti 1.040 gram ganja; tersangka MU berhasil ditangkap di Kota Depok, dengan barang bukti 1.165 gram ganja. Selanjutnya tersangka IS ditangkap di Kota Bogor pada Senin (1/6), dengan ba­rang bukti 4,62 gram sabu; tersangka MR berhasil ditang­kap pada Jumat (5/6) di wi­layah Caringin, dengan barang bukti 18,63 gram ganja dan 10,91 gram tembakau sintetis.

Tersangka GS ditangkap di Kecamatan Caringin pada Jumat (5/6), dengan barang bukti 0,89 gram tembakau sintetis; tersangka IM ditang­kap pada Senin (8/6) di Ran­cabungur, dengan barang bukti 9,49 gram sabu.

Tersangka ZR ditangkap di Ciawi pada Selasa (9/6), dengan barang bukti 0,38 gram sabu; tersangka MK ditangkap di Kecamatan Ciawi pada hari yang sama, dengan barang bukti 1,46 gram ganja.

Tersangka DS ditangkap pada Jumat (12/6) di Karadenan Cibinong, dengan barang bukti 0,28 gram sabu; tersang­ka HS ditangkap di Babakan­madang pada Rabu (10/6), dengan barang bukti 0,10 gram sabu.

Tersangka UN ditangkap di Megamendung pada Jumat (12/6), dengan barang bukti 0,18 gram sabu; dan tersangka MK ditangkap di Kecamatan Sukamakmur pada Minggu (21/6), dengan barang bukti 19,59 gram sabu.

“Dari 19 tersangka ini, tiga orang masuk residivis, yakni tersangka MR, HS dan MK. Juga tersangka AA dan MU yang keduanya masuk jaringan nar­koba yang sama, serta kita pun ada satu orang DPO dalam jaringan ini atas nama NC,” ujar Roland.

Ia menegaskan ke-19 ter­sangka itu dijerat Pasal 114, 112 dan 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam hukuman pidana penjara mi­nimal lima tahun, maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup. “Sedangkan untuk ter­sangka anak di bawah umur, yaitu tersangka dengan inisial RMH yang berperan sebagai pengedar, dalam proses pera­dilannya diperlakukan sesuai aturan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak,” pungkasnya. (mul/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *