Kejari Bogor Gulung Enam Tersangka Baru Korupsi Dana Bos, Keluarga Menangis Histeris

by -

METROPOLITAN.id – Isak tangis keluarga dari enam orang kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKKS) mengiringi kepergian mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor yang menuju ke Lapas Paledang, Kamis (23/7) sore.

Di dalam mobil tersebut, ada enam orang berinisial BS, GN, DB, SB, DD dan WH yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ajaran 2017 hingga 2019.

Keenam orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar delapan jam di kantor Kejari Kota Bogor, Kamis (23/7).

Kepala Kejari Kota Bogor Bambang Sutrisna mengatakan, penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari penetapan tersangka sebelumnya berinisial JRR.

Mereka berenam memiliki tugas dan fungsi yang sama, yaitu membangun komunikasi dengan JRR selaku pencetak soal ujian.

Baca Juga  PNS Adu Jotos Gegara Tidur Siang

Hal tersebut diketahui setelah pihak korps Adhyaksa memeriksa gawai dari tangan tersangka.

“Di situ komunikasi mereka sangat intens sekali. Jadi kami menetapkan keenam tersangka ini setelah memenuhi unsur dua alat bukti,” kata Bambang.

Enam orang tersebut menggambarkan bahwa korupsi dana BOS di Kota Bogor dilakukan dengan terstruktur dan masif.

Sebab, keenam orang tersebut mewakili setiap kecamatan yang ada di Kota Bogor.

Dari salah satu tangan tersangka, Kejaksaan berhasil mengamankan uang kerugian negara sebesar Rp75 juta.

“Dengan adanya pengembalian uang ini, maka sudah terkumpul Rp175 juta yang saat ini sudah kami masukkan ke dalam rekening penampungan,” jelasnya.

Uang yang sudah dikembalikan oleh tujuh orang tersangka ini masih jauh dari kerugian yang mencapai Rp17 miliar, berdasarkan perhitungan Inspektorat Jendral Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Baca Juga  Bogor Valley Luncurkan Program Edukasi Sajian Internasional

Ke depan target Kejari Kota Bogor adalah mengembalikan kerugian negara dengan menyita aset milik para tersangka. Sambil mengembangkan kasus yang menggemparkan dunia pendidikan di Kota Bogor ini.

“Jadi sekarang kita akan kejar aset mereka dulu untuk menutup kerugian negara. Sedangkan perkembangan lainnya tunggu nanti di persidangan,” ungkapnya.

Dari enam orang tersangka yang saat ini akan menjalani masa isolasi mandiri di lapas Paledang, beberapa di antaranya ada yang berstatus PNS aktif dan pensiunan.

Sebelum adanya penetapan enam orang tersangka ini, Kejari menyambangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Kamis (16/7).

Dari kantor Disdik, Kejaksaan menyita ratusan berkas.

Sebelumnya, Senin (13/7), Kejaksaan menetapkan seorang tersangka pertama berinisial JRR.

Baca Juga  Akhirnya Facebook Beberkan Rahasia Soal Postingan Negatif

JRR diketahui merupakan pemilik percetakan yang dijadikan sebagai tempat mencetak dan menggandakan soal ujian di seluruh SD Kota Bogor.

Modus operandi yang dilakukan oleh JRR adalah dengan menarik biaya kepada siswa melalui MKKKS untuk pengadaan soal dan penggandaan soal ujian.

Ketujuh orang tersangka ini dituntut Pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 2019 tentang pemberantsan tindak pidana korupsi (tipikor) dan pasal 3, junto pasal 18 dan junto pasal 55 KUHP dengan tuntutan kurungan maksimal 20 tahun. (dil/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *