Pusat Impor Vaksin Covid-19 dari Inggris

by -
Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait Covid-19 di Kantor Presiden, Komplek Istana, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan pengembangan terus dilakukan dalam pemeriksaan ke-25 orang tersebut. 25 orang ini kita lakukan pemeriksaan virus karena tidak seluruhnya kontak dekat tapi event yang sama. Mereka yang kontak dekat sudah kami lakukan pemeriksaan dan sedang kita observasi untuk empat orang kita duga kuat positif. SP/Joanito De Saojoao.

METROPOLITAN – Juru Bi­cara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyebut pe­merintah bakal mendatangkan vaksin virus corona (Covid-19) dari Inggris. Vaksin itu akan diuji klinis lebih dahulu se­belum akhirnya diproduksi massal.

”Ada yang dari Indonesia sendiri juga, ada yang dari Inggris,” kata Wiku di kantor Kemenko Perekonomian, Ja­karta, Selasa (21/7).

Selain Inggris, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19 dari China. Pada Minggu (19/7), vaksin tersebut telah masuk Indo­nesia.

Vaksin buatan Sinovac ter­sebut kini sedang menjalani uji klinis tahap ketiga oleh PT Bio Farma (Persero). Jumlah­nya mencapai 2.400 vaksin Covid-19.

”Vaksin itu diharapkan bisa diproduksi segera. Sebagian masih uji klinis. Dan harapan­nya di awal tahun depan se­bagian sudah bisa diproduk­si,” ujarnya. ”Tapi jumlahnya akan banyak sehingga berp­roses juga untuk melakukan vaksinasi,” jelasnya.

PT Bio Farma sendiri me­nargetkan produksi 40 juta dosis vaksin virus corona pada tahap awal. Perusahaan menyatakan siap mempro­duksi setelah uji klinis selesai dan surat izin edar diterbitkan oleh pemerintah.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut jumlah produksi vaksin virus corona akan ditingkatkan se­cara bertahap. Setelah 40 juta dosis, perusahaan akan menaikkannya menjadi 100 juta dosis per tahun dan mak­simal 250 juta dosis per tahun.

”Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari 2021. Pada saat selesai uji klinis dan izin edar­nya keluar, kami sudah me­nargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun,” kata Honesti dalam video conference, Selasa (21/7).

Sebelumnya ia menyampai­kan bahwa vaksin virus co­rona buatan Indonesia akan tersedia bagi masyarakat pada kuartal pertama atau semester pertama 2022, sete­lah hasil uji klinis dinilai bagus.

Penelitian vaksin ini dipim­pin Lembaga Biologi Mole­kuler Eijkman. Honesti me­namb ahkan, Biofarma seba­gai partner industri akan berkolaborasi dengan Eijkman untuk memproduksi vaksin. (cn/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *