RK Dapat Pinjaman Rp10 Triliun, Ini Alokasinya

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Provinsi Jawa Barat (Pem­prov Jabar) mendapatkan pinjaman dana recovery di masa pandemi Covid-19 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rp10 triliun. Di lain pihak, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengingatkan masyarakat dan pelaku yang terlibat dalam dunia eko­nomi untuk disiplin mene­rapkan protokol kesehatan.

Ridwan Kamil menjelaskan dana pinjaman itu akan di­bagi untuk sejumlah sektor, dimulai membantu UMKM yang terpuruk hingga proyek pembangunan strategis di Jabar. Pinjaman dari pemerin­tah pusat itu tidak dikenakan bunga.

”Jabar menerima dukungan dukungan luar biasa dari pemerintah pusat. Ada Rp10 triliun yang akan disiapkan untuk Jabar. Yang pertama Rp4 triliun adalah pinjaman daerah untuk recovery eko­nomi dengan bunga 0 persen,” katanya saat menjadi key­note speaker dalam webinar Siasat Recovery BUMD Jawa Barat di Era AKB, Senin (27/7).

Kemudian untuk proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung akan menggunakan skema Viabi­lity Gap Funding (VGF) dari pemerintah pusat sehingga lelang bisa dilaksanakan dengan subsidi investasi ku­rang lebih Rp1,8 triliun.

Kemudian BUMD Bank BJB mendapatkan penempatan pemulihan ekonomi sebesar Rp4 triliun untuk segera di­salurkan kepada UMKM yang sedang melakukan recovery ekonomi.

”Diharapkan Jabar DKI yang merupakan portal hampir di atas 30 persen ekonomi In­donesia bisa bangkit duluan,” katanya.

Ia menyatakan bahwa ber­dasarkan kajian ahli, kebija­kan lockdown dan disiplin masker sama-sama berfung­si menurunkan penularan Covid-19. Dari dua pilihan itu, ia tidak memilih skema lockdown karena mengurangi interaksi manusia maka juga menghancurkan ekonomi.

”Tapi kalau pakai masker tidak. Jadi sekarang seder­hana, kalau mau ekonomi jalan kembali selama warga dan kita semua disiplin meng­gunakan masker untuk men­gurangi penyebaran virus itulah yang kita tegakan,” ucapnya. (re/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *