RK Minta Pesantren hanya Terima Santri Jabar

by -

METROPOLITAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Ka­mil mengusulkan agar pondok pesantren (ponpes) di wilay­ahnya hanya menerima siswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jabar. Hal itu untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19) yang berpotensi muncul dari luar Jabar. ”Pesantren di Jabar sudah diinstruksikan hanya mene­rima siswa-siswa yang KTP-nya Jabar. Itu saya kira mengurangi potensi yang dikhawatirkan (penularan, red),” kata Ridwan Kamil.

Berdasarkan pengamatannya, dalam satu bulan terakhir, ka­sus Covid-19 baru di Jabar terjadi di lingkungan yang me­miliki asrama. Di tempat ter­sebut biasanya orang-orang yang datang berasal dari ber­bagai daerah di Indonesia.

”Jadi untuk mengatasi, kita kurangi risikonya. Hanya mengi­zinkan mereka yang KTP-nya di Jabar, yang secara umum memang terkendali,” jelasnya.

Emil pun berharap aparat kepolisian bisa melakukan kontrol orang keluar-masuk Jabar seperti di daerah Pantai Utara (Pantura).

”Kenapa? Kalau kita bisa ken­dalikan orang dari luar Jabar dengan baik, risiko itu rendah, termasuk di pesantren. Sampai hari ini belum ada kasus di pesantren yang terlaporkan,” paparnya.

Mengenai pemberian ban­tuan sosial, Emil mengklaim sudah diawasi dengan ketat. Penyaluran tersebut mulai dari menyinkronkan kode ka­bupaten/kota, memastikan NIK valid, memeriksa pekerjaan sampai mengecek nama dan alamat penerima bansos.

”Pemerintah Provinsi Jabar melakukan filtering sebanyak 23 kali. Jadi dari yang double dan tidak berhak, itu sampai 23 kali. Dan hasilnya yang ter­akhir dikawal BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, red),” tutur Emil.

Pemprov Jabar berkolabo­rasi dengan BPKP untuk me­madankan data penerima bansos, baik data Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun KRTS non-DTKS.

KRTS non-DTKS bansos pro­vinsi sebanyak 1.392.407 Ke­pala Keluarga (KK). Per Ming­gu (19/7), sebanyak 580.394 paket bansos provinsi disera­hkan kepada KRTS Non DTKS. Bansos dari Provinsi Jabar di­ketahui senilai Rp500 ribu ter­diri dari uang tunai dan sem­bako. Bansos ini merupakan salah satu dari delapan pintu bantuan bagi warga terdampak pandemi. (cn/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *