Teguh Sulap Kayu Bakar Jadi Sepeda

by -

Inspirasi datang dari mana saja. Ada yang dicari dengan sengaja, ada pula yang datang dengan sendirinya. Hal itu dialami Teguh Rahayu. Pria 49 tahun itu berhasil menyulap kayu bakar menjadi sepeda, yang terinspirasi dari tayangan berita di televisi.

”Ide awalnya itu nggak sengaja. Pertama kali lihat berita di tv, beritanya itu pun sudah habis. Jadi berita sudah habis, saya cuma dengar sua­ranya saja, sepeda dari kayu, gitu,” kata Teguh.

Beberapa hari kemudian, tayangan berita televisi itu selalu terngiang di telinganya. Akhirnya muncul keinginan membuat sepeda dari kayu. Berbekal kemampuan di bi­dang kayu dan kerajinan, Teguh kemudian mencari bahan-bahan yang akan di­gunakan untuk membuat sepeda kayu.

”Ya di kebun-kebun paling adanya kayu bakar bekas, bakal calon kayu bakar. Me­mang sudah dipotong untuk kayu bakar. Lalu bahannya itu saya potong dulu. Kemu­dian saya bawa ke tempat penggergajian, setelah itu saya urus sendiri di rumah, saya proses,” ucapnya.

Teguh memakai kayu ma­honi. Menurutnya, kayu ma­honi bekas yang digunakan tidak boleh sembarangan, yakni harus dalam kondisi benar-benar kering. Sejak saat itulah Teguh membuat se­peda dari bahan kayu. ”Te­patnya saya tekuni sejak 12 Mei 2019 lalu. Hingga sekarang sudah membuat tiga buah sepeda berbahan kayu ma­honi bekas,” imbuhnya.

Sejauh ini, Teguh sudah berhasil memproduksi tiga unit sepeda berbahan kayu. Sepeda kayu buatannya ter­sebut terbuat dari jenis se­peda mini hingga lowrider. Proses pembuatan ditanga­ninya sendiri.

”Ini kesulitan membuatnya itu banyak sekali, terutama bikin rodanya yang paling sulit. Pasang ruji-rujinya yang susah, untuk nyetel lingkaran­nya juga paling susah. Satu roda saja bisa sampai lima hari baru jadi,” jelas Teguh.

Untuk memastikan sepeda kayunya layak digunakan, Teguh sudah mencoba mengayuh berkeliling Kota Solo pulang-pergi dari rumah­nya yang berjarak sekitar 15 kilometer. Ia pun berharap hasil karyanya itu bisa dite­rima masyarakat.

Teguh mengaku sudah per­nah ada yang menawar untuk membeli sepeda kayunya seharga Rp4 juta tapi belum diberikan. ”Kemarin sudah ada yang nawar Rp4 juta un­tuk model mini, tapi memang belum bisa saya lepas. Ya harganya minimal Rp5 jutaan baru akan saya lepas. Itu su­dah saya kalkulasi dari waktu pembuatan sekian hari,” ung­kapnya. (dtk/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *