Tinggal di Samping TPS, Warga BCV Ngadu ke Bima Arya

by -

METROPOLITAN – Kebera­daan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dalam klas­ter Perumahan Oakwood, Kencana Residence, Bukit Cimanggu Villa (BCV), Kelu­rahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, diprotes sejum­lah warga.

Salah satu warganya, Rina (40), mengaku cukup ter­ganggu sejak aktifnya TPS tersebut. Bau tak sedap yang menyengat dari gundukan sampah kerap ter­cium sampai ru­mahnya. Terlebih, jarak rumahnya tak kurang dari 50 meter dari TPS. ”Bahkan kemarin kita sempat melihat ular di sekitar TPS. Ini kan sangat meresahkan,” ujarnya kepada Metropolitan, Minggu (12/7).­

Tak hanya itu, anjing liar yang berkeliaran di sekitar TPS juga meresahkan dan meru­gikan keluarganya. Sebab, ia seringkali kehilangan sandal yang dicuri anjing liar yang mencari makan di sekitaran TPS. ”Tetangga depan rumah saya anaknya sampai muntah-muntah dan minta pindah mulu karena bau,” keluhnya.

Baca Juga  Akhirnya ’Disawer’ Rp4,7 M

Warga kemudian mencoba mengadukan ini ke peng­elola yang dipegang PT Ga­pura Prima. Namun, aduan yang sudah dilayangkan kurang lebih dua tahun ini nampaknya tak digubris manajemen.

”Akhirnya kita ngadu ke wa­li kota dan Pak Bima mengutus orang DLH ke sini. Tapi kayaknya belum ada hasilnya juga, ka­rena pihak DLH tak bisa me­mindahkan TPS karena mana­jemen belum memberikan blue print pembangunan peruma­han ini untuk memilih TPS baru,” ujarnya.

Rina bersama warga lainnya yang melakukan investigasi kecil-kecilan pun mendapati kalau sampah yang masuk ke TPS di dalam Klaster Oakwood itu, ternyata dari klaster lainnya, seperti Klaster Cherwood, Tro­pikal dan Greenwood. ”Jadi, kira-kira ada 2.000 rumah yang membuang sampah ke situ. Ya kita keberatan lah dan menuntut manajemen agar membuat TPS di tempat lain,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Lantik 24 Pejabat Eselon III

Terpisah, Kepala Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto, menu­turkan, TPS di dalam Klaster Oakwood ini dikelola mana­jemen, sehingga pihaknya tak bisa mengintervensi lebih lanjut. Namun jika warga mendesak ingin memindah­kan TPS, maka DLH siap mengakomodasi.

”Kita sudah cek ke peng­embangnya soal keberadaan TPS tersebut. TPS itu dibangun pengembang, bukan DLH,” katanya. ”Kita coba konfir­masi dengan pengembang dan alternatif TPS pengganti. Ada alternatif, tapi itu perlu dibicarakan dengan peng­embang dan warganya,” sam­bungnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Gapura Prima sebagai pengelola belum bisa dikon­firmasi terkait keberadaan TPS yang diprotes warga Klaster Oakwood tersebut.(dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *