UPT Pajak Gunungputri Sehari Terima Setoran Pajak Rp500 Juta

by -

METROPOLITAN – Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pajak Gunungputri Rani Siti Nur Aini menyebut program penghapusan sanksi sebesar 10 persen dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memicu minat masyarakat tetap membayar pajak, meski dalam situasi pandemi Co­vid-19. Hingga kini, masy­arakat masih berbondong-bondong datang membayar pajak.

Ia menyebut pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi pendapatan yang meningkat. Untuk pajak restoran, hotel, parkir, pabrik dan sebagainya belum bisa disebut meningkat, meng­ingat masih ada batasan usaha dari Pemkab Bogor. “Iya meningkat untuk pem­bayaran PBB. Untuk yang lainnya masih menurun, ya karena masih dibatasi. Staf kita juga mulai turun ke la­pangan lihat yang mana sek­tor yang udah buka dan nga­sih imbauan untuk bayar pajak,” ucap Rani.

Rani mengaku saat ini pendapatan dari PBB sudah sampai lebih Rp500 juta per hari. Bisa dibilang dalam se­hari ada ratusan sampai ri­buan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) yang diterima petugas. Selain itu, saat ini permintaan dari warga untuk mengadakan layanan mobil keliling pun meningkat. Dua wilayah kerja UPT Pajak Gunungputri, yakni Kecama­tan Gunungputri dan Ci­leungsi disebut sudah me­minta pelayanan mobil keli­ling untuk pelayanan.

Salah seorang warga yang ingin membayar pajak, Rini (44), mengaku kebijakan ke­ringanan dari Bupati Bogor Ade Yasin menjadi pemicu segera melunasi PBB rumah. “Iya pas dengar ada keringa­nan langsung bayar, tapi biasanya memang bayar se­tiap perpanjangan. Alham­dulillah-nya kalau ada ke­ringanan pas pandemi kayak sekarang,” ucap Rini.

Pemkab Bogor melalui Ba­dan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) melun­curkan diskon PBB dan Bangu­nan Perkotaan Perdesaan (PBB P2) yang telah disusun sejak Juni lalu. Program ter­sebut digadang pemerintah untuk menekan dampak Co­vid-19 kepada pendapatan pemkab yang diperkirakan menurun pada tahun ini. (rol/ els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *