Warga Sukamakmur Perbaiki Akses Jalan Curug Golek

by -

METROPOLITAN – Sejum­lah warga Kampung Tenjolaut, Desa Sukamakmur, Keca­matan Sukamakmur, Kabu­paten Bogor, rutin melakukan kerja bakti perbaikan jalan kampung. Jalan tersebut nantinya menjadi akses menuju lokasi wisata air ter­jun Curug Golek. “Swadaya masyarakat saja ini,” kata Kepala Dusun IV Desa Su­kamakmur, Damiri.

Ia menyebut perbaikan jalan ini rutin dilakukan se­tiap Senin. Setelah menge­tahui dan paham dengan adanya potensi wisata alam di sana, warga pun semakin bersemangat meski tak ada bantuan dari pemerintah desa setempat untuk pembangunan jalan. “Tidak ada. Ini hanya warga saja. Masih akses menuju curug,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamakmur Ujang Sunandar mengatakan, ter­kait pembangunan jalan tersebut rencananya akan memanfaatkan Dana Desa (DD). Meski begitu, meng­ingat saat ini wabah Covid-19 di Kabupaten Bogor belum berakhir, sehingga sebagian besar penggunaan dana dialihkan kepada Covid-19. “Iya, tadinya rencananya begitu. Tetapi kan lebih be­sar dialihkan ke sana. Mulai dari perlengkapan pencega­han dan lainnya,” ungkapnya.

Ia mengaku nantinya, saat pengerjaan perbaikan jalan tersebut, para pekerja diam­bil dari warga sekitar. Ke­mudian per hari akan dibe­rikan pembayaran guna menunjang penurunan eko­nomi masyarakat di tengah pandemi sekarang. “Karena dananya bisa menutup se­dikit demi sedikit dampak dari Covid-19 yang lainnya juga. Kami harap dapat mem­bantu masyarakat untuk lebih baik kembali,” harapnya.

Diketahui, Menteri Desa dalam Peraturan Pembangu­nan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) No 6 Tahun 2020 melakukan pe­rubahan atas Peraturan Men­teri Desa dan PDTT No 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan DD Tahun 2020.

Kepala Dinas Pemberday­aan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi mengatakan, dalam penanggulangan Co­vid-19, penggunaan DD dialihkan ke perencanaan dan penanganan Covid-19, Pola Padat Karya Tunai De­sa (PKTD) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa).

“Sudah diambil langkah dengan cara menerapkan pola padat karya tunai. Jadi pihak desa melibatkan ma­syarakat miskin dan peng­angguran, serta setengah pengangguran untuk dipeker­jakan dengan dibayar harian,” singkatnya. (reg/rb/els/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *