Zainal Syafrudin Terpilih Jadi Ketua PMI Kabupaten Bogor

by -

METROPOLITAN – Bertempat di ruang serbaguna kantor cabang Cibinong Bank Jabar Banten (BJB), Zainal Syafrudin secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor periode 2020-2025.

Pria berkepala plontos dan 30 tahun lebih menjadi pengurus PMI tersebut terpilih secara aklamasi karena menjadi calon tunggal Ketua PMI dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Bogor XII.

Bupati Bogor Ade Yasin yang turut hadir dalam Muskab berharap Ketua PMI Kabupaten Bogor terpilih yaitu Zainal Syafrudin untuk lebih gerak cepat (gercep) dalam penanganan bencana alam maupun nonalam.

”Saya minta PMI Kabupaten Bogor yang dipimpin Zainal Syafrudin bisa lebih gercep dan jadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan bencana alam maupun nonalam,” kata Ade kepada wartawan, Kamis (23/7).

Politisi PPP itu menambahkan, selama ini PMI Kabupaten Bogor telah berbuat yang terbaik kepada para korban bencana alam maupun nonalam.

”Relawan PMI sudah teruji hingga Pemkab Bogor merasa sangat terbantu, mulai dari penanganan bencana alam banjir bandang atau tanah longsor pada awal Januari lalu hingga kini dalam penanga­nan wabah virus corona (Covid 19), kami mengu­capkan banyak terima kasih,” tambahnya.

Ade menuturkan, PMI Kabupaten Bogor juga berperan dalam trauma healing atau proses penyem­buhan korban bencana alam yang mengalami trauma psikis.

”Trauma healing yang dilakukan PMI tidak hanya membuat korban bencana tertawa tetapi juga mengo­bati rasa trauma dan menumbuhkan rasa optimis untuk bangkit dari keter­purukan atau musibah,” tutur Ade.

Ditemui terpisah, Ketua PMI Kabupaten Bogor perio­de sebelumnya dan sekali­gus mantan Bupati Bogor yaitu Nurhayanti melihat sosok Zainal Syafrudin mumpuni dalam tugas barunya.

”Zainal ini kan selain sudah 30 tahun bergabung di PMI Kabupaten Bogor juga sebelumnya menjadi wakil saya, ia juga terbukti terpanggil jiwanya dalam menjalankan perannya yaitu bergerak di bidang kemanu­siaan dan peduli kepada sesama tanpa mengharap­kan imbalan apa pun karena kami ini kan relawan,” ucap Nurhayanti.

Nenek cucu tiga orang anak itu melanjutkan bahwa dalam penanganan bencana alam maupun non alam selama tahun 2020 ini, jajarannya sudah berkoordi­nasi dengan baik. (in/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *