2 Keluarga di Bogor Jadi Klaster Baru, 7 Orang Positif

by -

METROPOLITAN – Penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga rupanya masih terus terjadi, termasuk di Kabu­paten Bogor. Kali ini penambahan kasus positif baru itu terjadi di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabu­paten Bogor. Sebanyak dua keluarga, tujuh orang di antaranya dinyatakan positif corona.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil IV, M Rizky, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan dua keluarga tersebut berada pada satu RW yang jaraknya saling berdekatan. Semen­tara dari keterangan ketua RW di sana, kedua keluarga ter­sebut positif corona lantaran terpapar dari luar Bogor. ”Satu keluarga terpapar Co­vid-19 setelah pulang dari Malaysia. Satu keluarga lagi karena salah satunya meru­pakan tenaga kesehatan di Puskesmas Tenjolaya,” katanya.

Ia menuturkan, kejadian tersebut bermula saat salah seorang anggota keluarga tersebut melakukan perjala­nan ke Malaysia. Sepulang dari sana, satu di antaranya mulai merasakan sejumlah gejala Covid-19. ”Di-rapid test hasilnya reaktif, di-swab test hasilnya positif. Dari situ akhirnya menyebar ke anggota keluarga lainnya,” bebernya.

Sementara itu, untuk kelu­arga lainnya, penularan ter­jadi lantaran satu di antara keluarga tersebut bekerja se­bagai tenaga kesehatan di Puskesmas Tenjolaya. ”Jadi salah satu anggota keluarga itu kerja di puskesmas. Karena merasakan sejumlah gejala, akhirnya di rapid test. Hasilnya reaktif dan saat di-swab test hasilnya positif. Dari situ me­nyebar ke anggota keluarga lainnya,” paparnya.

Di sisi lain, politisi Gerindra itu membantah atas kabar kedua keluarga tersebut di­telantarkan pemerintah wi­layah setempat. Sebaliknya, dua keluarga tersebut langs­ung ditangani aparat wilayah setempat. ”Kalau laporan dari ketua RW, dua keluarga ini langsung dilarikan ke RSUD Cibinong sekitar dua sampai tiga hari lalu. Jadi pemerintah wilayah langsung sigap men­jemput dua keluarga ini,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, gang menuju RW di sana ditutup sementara selama 14 hari ke depan. Rencananya satu RW di sana bakal dilakukan rapid test secara massal. ”Akses ke sana sudah ditutup untuk masyarakat luar. Rencananya Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan menjadwalkan ra­pid test untuk pelacakan po­tensi penyebaran,” ujarnya.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah pun membenarkan adanya hal tersebut. Dari klaster kelu­arga di Ciampea itu, ada tujuh orang yang dinyatakan posi­tif Covid-19. ”Keluarga di Desa Tegalwaru, Ciampea, ada tujuh orang,” katanya.

Beberapa waktu sebelumnya, ia juga menyebut ada delapan wilayah yang terdapat kasus Covid-19 pada klaster kelu­arga. Kedelapan kecamatan tersebut yakni Ciawi, Taman­sari, Cibinong, Cileungsi, Gunungputri, Klapanunggal, Jonggol dan Babakanmadang. ”Kalau datanya mah belum, tapi kalau kecamatan-keca­matannya (yang terdapat klaster keluarga, red) ada delapan kecamatan yang pu­nya kasus keluarga. Faktornya kenapa? Ya abai saja. Nggak patuh protokol kesehatan. Kebanyakan gitu,” tuntasnya. (ogi/ryn/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *