2 Pegawai Setwan Kabupaten Bogor Positif, 3 Reaktif

by -

METROPOLITAN – Penyebaran kasus corona di Kabu­paten Bogor masih terus terjadi. Kali ini terjadi di lingkup Sekretariat DPRD atau Setwan Kabupaten Bogor. Seba­nyak dua orang dinyatakan positif dan tiga lainnya reak­tif Covid-19.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Sus­manto membenarkan adanya hal tersebut. Ia menyebut dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu merupakan pendamping Komisi DPRD Kabupaten Bo­gor.

Rudy menegaskan para pe­gawai Setwan DPRD Kabupa­ten Bogor itu pun telah mela­kukan rapid test, kemarin. Dari 15 orang yang diambil sampel, tiga pegawai menunjuk­kan hasil reaktif Covid-19. “Jadi totalnya dua orang po­sitif dan tiga lainnya reaktif. Yang tiga ini langsung diiso­lasi untuk kemudian dilakukan swab test,” kata Rudy.

Atas temuan itu, Rudy menga­ku pihaknya akan meniadakan sementara kegiatan di kantor DPRD Kabupaten Bogor. Ke­putusan tersebut berlaku terhitung Selasa hingga Jumat (4-7/8). ”Rencana kita liburkan sampai Jumat ini. Tapi kalau kondisi belum kondusif, kita perpanjang penutupannya,” ujarnya. Rudy juga berencana bakal melakukan rapid test secara menyeluruh, baik un­tuk jajaran sekretariat hingga seluruh elemen yang ada di DPRD Kabupaten Bogor. ”Ren­cananya semuanya akan kita rapid test untuk kepentingan tracking,” jelasnya.

”Semuanya mesti dites, tidak boleh ada yang menutupi. Kalaupun hasilnya tinggi, itu lebih baik daripada ditutupi. Dan nantinya bakal timbul penularan. Saya juga pesan ke Pak Sekwan meminta un­tuk buat surat resmi ke Bu­pati, karena harus dijelaskan juga,” tegasnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Rony Suk­mana menyebut bahwa dua pegawai yang positif itu ter­tular dari keluarganya. Sebab, anak dan istri yang bersang­kutan terlebih dahulu telah dinyatakan positif corona. “Jadi ada dua. Istri dan anaknya positif Covid-19,” kata Rony.

Atas kejadian itu, ia menga­ku pihaknya langsung mela­kukan penyemprotan disin­fektan setiap pagi dan sore. Bahkan, terhitung mulai Rabu (5/8), pihaknya bakal memberlakukan Work From Home (WFH) bagi seluruh petugas Sekretariat DPRD.

”Untuk kantor kita semprot disinfektan setiap hari. Kita juga akan lakukan rapid test kepada seluruh pegawai Se­kretariat DPRD. Dan kebijakan WFH akan kita berlakukan,” ujarnya.

“Jadi tidak kita kosongkan. Hanya dibatasi saja, bukan di-lockdown. Kita skemanya 70 persen bekerja dari rumah, sementara 30 persen sisanya bekerja di kantor. Rencananya besok (hari ini, red) semua staf akan kita rapid test di Labkesda Cibinong,” tandas­nya. (ogi/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *