27 Nakes Dan Lurah Terpapar Covid-19, Disiplin Jangan Kendur

by -

Penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Kota Bogor terbilang masih cukup tinggi. Minimnya kesadaran akan protokol kesehatan jadi salah satu penyebab jumlah kasus baru terus bertambah. Terbukti, ada tambahan kasus positif baru dari 27 tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas dan seorang lurah serta sekretarisnya.

INFORMASI yang dihimpun, 27 nakes itu tersebar di dela­pan puskesmas yang ada di wilayah Kota Bogor. Sedang­kan lurah dan sekretaris lurah yang dinyatakan positif ada­lah pejabat yang bertugas di wilayah Kecamatan Tanah­sareal.

Penyebaran di lingkup nakes puskesmas ini terbilang cukup mengejutkan. Hanya dalam sekali uji swab test, tercatat ada 27 orang dari 974 petugas puskesmas yang terkonfir­masi positif corona. Swab test massal sendiri dilakukan se­jak Juli, yang hasilnya baru keluar Selasa (11/8).

Ketua Gugus Tugas Perce­patan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim membenarkan ada­nya hal tersebut. Ia menyebut ke-27 nakes itu bertugas di delapan puskesmas di wi­layah Kota Bogor. Di antaranya Puskesmas Gang Aut, Cipaku, Bogor Utara, Sindangbarang, Tanahsareal, Merdeka, Me­karwangi, serta Semplak.

Sedangkan tugas ke-27 na­kes tersebut di antaranya 13 orang petugas pelayanan langsung, tiga petugas penun­jang, tiga petugas pelayanan tidak langsung dan delapan petugas administrasi. ”Semua karyawan yang positif sudah dirawat dan diisolasi. Lalu saat ini kami juga tengah melaku­kan tracing. Dan orang-orang yang melakukan kontak erat sudah melakukan swab dan sedang diisolasi sambil menunggu hasilnya keluar,” kata Dedie.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bo­gor Sri Nowo Retno menje­laskan terjaringnya 27 petugas puskesmas itu berdasarkan hasil penemuan kasus aktif. Di mana pihaknya melakukan swab test massal terhadap seluruh nakes yang ada di Kota Bogor, mulai Juli hingga Agustus.

”Terkait penambahan te­muan kasus beberapa hari terakhir itu disebabkan ke­giatan tes swab masif kita. Di mana salah satunya kita me­nyasar klaster fasilitas kese­hatan,” kata Retno, seraya menyebut dari 27 nakes yang terkonfirmasi positif meru­pakan 16 orang ber-KTP Kota Bogor dan sebelas orang ber-KTP Kabupaten Bogor.

Ia menilai penemuan kasus positif ini merupakan bentuk pencegahan dini. Di mana setelah adanya penemuan kasus positif, pihaknya bisa melakukan tracing dini dan surveilen. Sehingga potensi penyebaran tanpa terpantau bisa dihindari dan diiringi kampanye masif protokol kesehatan.

”Jadi ini memang strategi dari Kota Bogor. Kemudian kampanye masif. Insya Allah minggu depan akan kita la­kukan edukasi soal ini supaya masyarakat patuh akan pro­tokol kesehatan,” ucap Retno. “Kami juga menargetkan 2.000 tes masif untuk nakes. Kami prioritaskan karena nakes masuk kategori risiko tinggi terpapar Covid. Upaya ini sebagai antisipasi kita menang­gulangi Covid-19, lebih baik banyak yang diketahui se­hingga bisa segera ditangani,” ujarnya.

Tak hanya nakes, penyeba­ran virus corona juga men­jangkit aparatur pemerintahan. Yakni lurah dan sekretaris lurah yang bertugas di wi­layah Kecamatan Tanahsa­real. Keduanya dinyatakan positif usai mengikuti swab test massal yang dilakukan pada Rabu (29/7).

“Jadi hasilnya baru keluar hari ini (kemarin, red) sekitar jam 09:00 WIB. Lurah dan seklur (sekretaris lurah, red) terkonfirmasi positif. Mereka bekerja di tempat yang sama,” kata Camat Tanahsareal Sahib Khan kepada Metropolitan.id, kemarin.

Ia menyebut saat ini yang bersangkutan sudah diminta melakukan isolasi mandiri di rumah, sambil pihaknya mem­persiapkan penyemprotan disinfektan di kantor kelura­han yang masih dirahasiakan­nya tersebut.

”Semua petugas sudah di­minta untuk pulang. Namun pelayanan masih berjalan karena dikaver petugas yang piket,” jelas Sahib. ”Saya juga sudah koordinasi dengan ka­sipem kelurahan setempat untuk tetap menjalankan pelayanan,” sambungnya.

Saat ini pihak detektif Co­vid-19 Kecamatan Tanahsa­real tengah melakukan tracing dan surveilen secara langsung. Di sisi lain, Sahib mengaku heran jika kedua pejabat ter­sebut terkonfirmasi positif corona. Sebab, sepengetahu­annya, baru-baru ini yang bersangkutan masih mengik­uti rapat di tingkat Kecamatan Tanahsareal. ”Nggak ada yang nunjukin gejala. Kemarin masih ikut rapat kok,” ujar Sahib. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *