6.000 Ton Beras Bulog Siap Didistribusikan

by -
UTANG: Para pegawai saat merapikan karung yang berisi beras di gudang bulog. Nampaknya utang beras bulog tembus hingga Rp28 triliun

Pemkab Bogor melalui Disperdagin mendistribusikan beras bansos tahap dua. Dalam tahap ini, pemkab bakal mendistribusikan 6.000 Ton Beras Bulog tersebut kepada 200 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang tersebar di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

KEPALA Disperdagin Ka­bupaten Bogor, Nuradi, men­gatakan, penyaluran bantuan bansos nontunai Covid-19 tersebut merupakan pendist­ribusian kali kedua yang dila­kukan pihaknya. Pendistri­busian beras yang bakal berlangsung mulai hari ini hingga September itu dimu­lai di Kecamatan Cibinong dengan dikawal petugas pe­merintah, polisi dan TNI.

Menurutnya, dipilihnya Ke­camatan Cibinong sebagai kecamatan perdana pendist­ribusian lantaran kecamatan tersebut merupakan kecama­tan terbanyak jumlah KRTS- nya. ”Pengiriman beras tahap dua ini dimulai di kecamatan Cibinong dengan 414.420 ki­logram atau 414 ton untuk 13.814 KK. Diawali di Kelu­rahan Ciriung sebanyak 6.330 kilogram dengan 2.011 KK,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, menegaskan bahwa pendistribusian beras tahap kedua ini bakal lebih baik dari tahap pertama yang ba­nyak menuai kritikan dari berbagai kalangan. Bupati mengaku sudah memeriksa kualitas beras bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahte­raan Keluarga (PKK).

”Kita sudah lihat dan pe­riksa kualitas berasnya. Bah­kan tadi atas inisiatif ibu-ibu PKK, kita coba memasak be­ras ini. Saya ikut mencicipi juga, hasilnya enak dan layak dikonsumsi,” kata Ade Yasin saat menyerahkan secara simbolis beras bulog di Kelu­rahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pagi tadi.

Ia menegaskan, warga juga bisa menukarnya jika beras yang diterimanya berkualitas jelek. Bahkan, ini sudah disam­paikan ke pengurus wilayah, mulai dari RE Siaga Covid-19, kelurahan hingga pemerintah kecamatan di setiap wilayah.

”Kalau memang ada beras yang kualitasnya kurang bagus, bawa ke kami berasnya, nan­ti kita ganti. Jangan hanya berkomentar di media sosial, tapi saat ditanya berasnya sudah habis,” tegasnya.

Untuk menampung keluhan masyarakat, pihaknya ber­sama Bulog akan membentuk Tim Hotline. Tim itu nantinya bertugas melayani masyara­kat yang mendapatkan beras dengan kualitas jelek. ”Jadi, nanti kita akan buat hotline untuk memudahkan masy­arakat. Intinya, silakan lapor ke kita, bawa berasnya, pasti kita ganti,” bebernya.(ogi/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *