6 Puskesmas dan Kantor Kelurahan Ditutup

by -
Puskesmas Ditutup

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup sementara 6 puskesmas dan kan­tor kelurahan yang ada di wilayahnya, kemarin. Penutupan dilakukan menyusul adanya 27 tenaga kesehatan puskesmas dan pejabat kelurahan di Ke­camatan Tanahsareal yang terpapar virus corona.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, penutupan sementara itu dilakukan tiga hari ke de­pan, terhitung mulai Rabu hingga Jumat (12-14/8). ”Jadi penutupan puskesmas tersebut untuk dilakukan disinfektasi pasca-terkonfirmasi positif petugas pus­kesmas,” kata Dedie dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Keenam puskesmas yang terpaksa ditutup sementara itu terbagi dua kategori, yakni tutup secara total tanpa ada kegiatan dan ditutup hanya sebatas fasilitas atau layanan tertentu saja. Dengan rincian empat puskesmas yang ditutup ber­henti total operasi adalah Puskesmas Gang Aut, Puske­smas Cipaku, Puskesmas Bo­gor Utara dan Puskesmas Mekarwangi.­

Sementara dua puskesmas lainnya, yaitu Puskesmas Sin­dangbarang menutup fasilitas KIA dan Poned, serta Puske­smas Merdeka menutup laya­nan laboratorium. ”Puskesmas buka kembali 15 Agustus nanti, dengan sistem buka parsial oleh petugas yang ha­sil swab-nya negatif,” ucapnya.

Selama ditutup, fungsi pe­layanan puskesmas pun dia­lihkan, seperti PKM Gang Aut dialihkan ke PKM Belong, PKM cipaku ke PKM Bogor Selatan, PKM Bogor Utara ke PKM Tegalgundil dan PKM Mekar­wangi ke Kedungbadak.

“Jadi ini semua kita lakukan pasca-keluarnya hasil swab dari nakes yang ada di Kota Bogor. Dari 972 orang yang di-swab, diketahui 27 di an­taranya terkonfirmasi positif dari delapan puskesmas, yaitu PKM Gang Aut, PKM Cipaku, PKM Bogor Utara, PKM Sindangbarang, PKM Tanahsareal, PKM Merdeka, PKM Mekarwangi serta PKM Semplak,” jelasnya.

Dedie merinci dari 27 orang yang terkonfirmasi positif, 13 orang merupakan petugas pe­layanan langsung, tiga petugas penunjang, tiga petugas pe­layanan tidak langsung dan delapan petugas administrasi.

”Semua karyawan yang posi­tif sudah dirawat dan diiso­lasi, lalu saat ini kami juga tengah melakukan tracing dan orang-orang yang melakukan kontak erat sudah melakukan swab dan sedang diisolasi sambil menunggu hasilnya keluar,” ujar Dedie.

Sementara itu, Camat Tanah­sareal Sahib Khan membe­narkan bahwa salah satu kantor kelurahan yang ada di wilayahnya harus ditutup selama tiga hari ke depan. Ini dilakukan karena lurah dan sekretaris lurah yang berkai­tan dinyatakan terpapar virus corona. “Kita tutup mengikuti arahan ketua (GTPP Covid-19 Kota Bogor, red). Kita tutup selama tiga hari ke depan,” kata Shakib.

Menurutnya, penutupan kan­tor kelurahan tersebut dila­kukan agar kantor kelurahan bisa disemprot dengan disin­fektan, sambil petugas detek­tif Covid-19 Kecamatan Tanah­sareal melakukan tracing dan surveilen.

”Nanti akan disemprot dulu, tapi petugas piket masih men­jaga dan melakukan pelayanan sambil menunggu hasil tracing-nya,” ucapnya. “Kita juga tadi minta seluruh pegawai untuk pulang dan isolasi mandiri dulu sambil menunggu hasil tracing dan surveilen,” sam­bungnya.

Di sisi lain, tingginya penye­baran virus corona di wilayah Kecamatan Tanahsareal mendapat perhatian khusus dari Dinas Pengendalian Pen­duduk dan Keluarga Beren­cana (DPPKB). Mereka meng­gelar sosialisasi pentingnya menggunakan protokol kese­hatan selama beraktivitas di luar rumah. Seperti yang dilakukan di RW 02, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal, kemarin.

”Jadi untuk memerangi Co­vid-19 ini harus dimulai dari tingkat keluarga. Karena kelu­arga adalah garda terdepan dalam pencegahan Covid-19 saat ini,” kata Kepala DPPKB, Rachmawati, kemarin.

Selain memberi sosialisasi, Rachmawati juga memberi bantuan dengan menggandeng komunitas bermakna. Mantan kadishub Kota Bogor itu mem­bagikan bantuan kepada ma­syarakat yang ingin diedu­kasi terkait protokol kesehatan.

”Jadi bantuan ini hanya ban­tuan kemanusiaan ya, ini bantuan di luar bantuan pe­merintah. Dan ini adalah bentuk kepedulian kami dan elemen masyarakat terhadap ketahanan keluarga dalam menghadapi Covid-19,” pung­kasnya. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *