61 ASN Kota Bogor Positif Corona, Pelayanan Setengah Hari

by -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memberlakukan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Ini dilakukan buntut masifnya penyebaran virus corona di lingkup Pemkot Bogor. Terbaru, ada satu pegawai Kecamatan Bogor Barat dan tiga pegawai puskesmas di Kota Bogor yang dinyatakan positif corona, kemarin.

KETUA Gugus Tugas Per­cepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyebut dengan adanya penambahan kasus di Kecamatan Bogor Barat dan pegawai puskesmas maka total pegawai di seputaran Pemkot Bogor yang terkon­firmasi positif berjumlah 61 orang.

”Yang bersangkutan baru dimutasi dari Kecamatan Tanahsareal per 10 Agustus. Dan saat ini kami tengah mela­kukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak erat,” kata Dedie kepada Met­ropolitan.id, kemarin.

Ia menjelaskan ke-61 orang tersebut akumulatif sejak Ma­ret. Di mana saat ini yang masih dalam perawatan atau isolasi ada sekitar 35 orang, yang terdiri dari Pegawai Ne­geri Sipil (PNS) dan non-PNS. “Jadi yang masih perawatan itu hanya 35 orang, sisanya sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Tingginya penyebaran virus corona di lingkup Pemkot Bogor pun memaksa pihaknya memberlakukan kembali 50 persen WFH bagi pegawai di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, hal itu tidak berlaku bagi Satpol PP dan puskesmas. “Betul, sejak awal Agustus. Semua OPD. Kecuali Satpol PP dan puskesmas,” ujarnya.

“(Untuk pelayanan di keca­matan dan kelurahan, red) Berjalan normal, kecuali di Kelurahan Kedungjaya, laya­nan ditiadakan untuk semen­tara waktu. Kecamatan Bogor Barat hanya satu seksi yang ditutup,” bebernya.

Disinggung apakah Kota Bo­gor akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari PSBB pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Dedie mengaku belum berpi­kir ke arah sana. Sebab, pi­haknya masih menunggu hasil evaluasi dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). “Belum sampai ke sana. Tunggu hasil evaluasi dari Provinsi Jabar, apakah Kota Bogor masih di risiko sedang atau risiko berat,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Bogor Barat Juniarti Estiningsih mem­benarkan ada salah satu anak buahnya yang terpapar virus corona. “Iya, ada yang positif. ASN yang baru dimutasi. Kami baru tahunya juga ke­marin,” kata Esti kepada Met­ropolitan.id, kemarin.

Ia menuturkan, setelah di­ketahui ada satu pegawai yang positif, seluruh staf dipulang­kan. Kantor Kecamatan Bogor Barat pun disemprot disin­fektan. Bahkan, pelayanan yang ada pun dihentikan secara keseluruhan. Sebab, pada Senin (10/8), yang ber­sangkutan masih datang ke kantor Kecamatan Bogor Ba­rat untuk bertugas. ”Tapi hari ini sudah dibuka lagi kantor. Tapi pelayanan masih dibatasi, hanya sampai jam 12:00 WIB,” ujarnya.

Di sisi lain, buntut adanya seorang pegawai Kecamatan Bogor Barat dinyatakan po­sitif Covid-19 membuat ke­camatan-kecamatan lain waspada. Seperti yang dila­kukan Kecamatan Tanahsa­real. Mereka mengurangi pelayanan bagi masyarakat di kantornya.

“Mulai tanggal 12-26 Agus­tus 2020 Kecamatan Tanah­sareal membatasi kerja laya­nan dari pukul 08:00-12:00 WIB. Khususnya pelayanan kependudukan secara online https://disdukcapil.kotabogor.go.id/sikancil,” kata Camat Tanahsareal Sahib Khan.

Di lain hal, penyebaran ka­sus virus corona di wilayah Kota Bogor terhitung masih tinggi. Teranyar, ada penam­bahan empat orang terkon­firmasi positif Covid-19 per Rabu (12/8). Sehingga total keseluruhan pasien positif corona di Kota Bogor berjum­lah 127 orang.

Sementara dari enam keca­matan yang ada di Kota Bogor, Kecamatan Bogor Utara me­nempati urutan pertama wi­layah dengan jumlah terkon­firmasi positif Covid-19 ter­banyak. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Komuni­kasi dan Informasi (Disko­minfo) Kota Bogor, di Keca­matan Bogor Utara terdapat 45 orang terkonfirmasi posi­tif yang tersebar di tujuh ke­lurahan.

Hal itu diungkapkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra. Dari jumlah tersebut, sebagian besar muncul dari klaster keluarga dan imported cased, atau kasus positif ter­tular dari luar daerah Kota Bogor. “Saat ini memang wi­layah Bogor Utara jadi zona merah. Banyak yang berasal dari klaster keluarga dan orang yang datang dari luar,” kata Marse, kemarin.

Ia memaparkan, dari klaster keluarga di Kecamatan Bogor Utara sudah ada tujuh orang yang dinyatakan positif dari hasil tes swab, yang kini mela­kukan isolasi mandiri. “Ter­masuk penelusuran, semua sudah melakukan swab dan yang positif sudah isolasi mandiri,” jelas mantan kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Bogor itu.

Alhasil, tim detektif Covid-19 pun tengah kerja keras mela­kukan penelusuran dan sur­veilance aktif untuk memeta­kan kembali penyebaran virus. Untuk pencegahan adanya penambahan ledakan kasus terkonfirmasi positif, pihaknya juga menyiapkan 20 ruangan di Rusunawa Cibuluh untuk isolasi. “Kami sudah siapkan itu di Cibuluh, namun belum digunakan karena masih iso­lasi mandiri,” ujarnya.

Sekadar diketahui, setelah Bogor Utara, Kecamatan Bo­gor Barat menempati urutan kedua sebagai wilayah dengan jumlah terkonfirmasi positif terbanyak, yakni 35 kasus. Lalu disusul Kecamatan Tanah­sareal sebanyak 25 kasus, Kecamatan Bogor Tengah sepuluh kasus dan Kecamatan Bogor Timur enam kasus. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *