8 RS di Bogor Tetap Jadi Rujukan Covid-19

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor telah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengevaluasi delapan rumah sakit rujukan Covid-19. Alasan­nya, fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan Covid-19 di Bogor menjadi klaster per­sebaran Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar pada Juni lalu telah melakukan penilaian atau assessment. Namun, penilaian dilakukan kembali setelah adanya sepu­luh kasus Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Azra yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19.

Anggota Gugus Tugas Perce­patan Penanganan Covid-19 Jabar Marion Siagian mengaku telah meminta Dinas Keseha­tan (Dinkes) Kota Bogor me­metakan kemampuan delapan rumah sakit di Bogor untuk menangani Covid-19.

”Jadi nanti kalau kasus Co­vid-19 yang ringan di rumah sakit mana, dan kalau kasus Covid-19 berat bisa di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah, red) Kota Bogor dan rumah sakit lainnya,” jelasnya, Selasa (4/8).

Di Kota Bogor terdapat dela­pan rumah sakit rujukan Co­vid-19, yakni RSUD Kota Bogor, RS PMI, Siloam Hospital Bogor, Bogor Senior Hospital, RS Me­lania, RS BMC, RS Azra, RS Hermina.

Berdasarkan penilaian, Ma­rion mengungkapkan terdapat tiga rumah sakit rujukan Co­vid-19 yang dapat menerima pasien Covid-19 dengan penya­kit penyerta, yakni RSUD Kota Bogor, Bogor Senior Hospital dan RS Siloam Hospital.

Pada dasarnya, lanjut Marion, rumah sakit yang ditunjuk se­bagai rujukan Covid-19 tidaklah siap menghadapi pandemi Covid-19. Namun, sebagai fa­silitas publik, pihak rumah sakit tetap berkomitmen memberi pelayanan maksimal bagi ma­syarakat dan berupaya me­menuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19. ”Ini terus berproses. Dibantu Pemkot Bogor supaya pelayanan ini bisa disesuaikan dengan standar,” ucapnya.

Mengenai adanya klaster di RS Azra, Marion menegaskan potensi persebaran bukan ha­nya di rumah sakit saja, melai­nkan juga di fasilitas publik. Karena itu, ia meminta semua pihak disiplin menerapkan protokol kesehatan. ”Kita harus taat, disiplin dengan protokol kesehatan. Di rumah sakit atau di mana pun berisiko Covid-19,” tegasnya. Wakil Wali Kota Bo­gor Dedie A Rachim mengaku telah melakukan pemetaan kemampuan setiap rumah sakit rujukan Covid-19. Namun, Dedie menegaskan pihaknya kembali memperketat penga­wasan terhadap tingkat in­feksi Covid-19 terhadap pasien. ”Maka distribusi pasien ke­pada rumah sakit yang tepat akan mengurangi tingkat risiko,” jelas Dedie. (re/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *